Laporkan Masalah

FAKTOR RISIKO KEJADIAN MALARIA DAN PEMETAAN POLA SEBARAN VEKTOR PADA DESA ENDEMIS MALARIA DI KABUPATEN BANYUMAS PROPINSI JAWA TENGAH TAHUN 2012

Fitri Yani, dr. Tri Bakoro T.S, M.Sc, Ph.D.

2013 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang : Di Kabupaten Banyumas masih terdapat desa-desa stratifikasi endemis malaria tinggi (HCI) dengan peningkatan kasus impor ke kasus indigenous dan sering terjadinya KLB malaria. Pada tahun 2010 tercatat 623 kasus positif malaria dengan CFR 0,8%. Faktor risiko manusia (pekerjaan, mobilitas penduduk yang tinggi, penggunaan kelambu berisektisida) dan keberadaan lingkungan sebagai tempat perkembangbiakan nyamuk mungkin merupakan penyebab masih tingginya angka insiden malaria. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor risiko manusia, lingkungan dengan pola sebaran kasus dan vektor pada desa endemis malaria HCI di Kabupaten Banyumas tahun 2012. Metode penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian observasional menggunakan rancangan penelitian kasus kontrol (1:1). Analisis data secara deskriptif terhadap pola sebaran kasus dan vektor tersangka malaria, analitik menggunakan Mc. Nemar, Conditional regresi logistic, analisis nearest neighbor distance dan spasial Bernoulli (clustering dan buffering). Hasil : Vektor tersangka malaria yang didapat adalah An. aconitus, An. balabacencis dan An. maculatus, bersifat mengigit dan beristirahat diluar rumah dengan kepadatan nyamuk masih tergolong rendah. Hasil analisis multivariable diketahui bahwa pekerjaan (OR=0,44, p=0,02), riwayat berpergian ke daerah endemis lainnya (OR=4,9, p=0,000), penggunaan kelambu berinsektisida (OR= 1,73, p=0,047) dan keberadaan dan jarak semak (OR=0,35, p=0,007) berhubungan dengan kejadian malaria. Pola sebaran kasus adalah mengelompok (clustered). di area sungai dan semak/belukar. Kesimpulan : Nyamuk tersangka malaria suka mengigit dan beristirahat di luar rumah. Faktor risiko yang paling dominan adalah riwayat berpergian ke daerah endemis lainnya. Sebaran kasus terjadi secara mengelompok sebagian besar di area dekat sungai dan semak/belukar.

Background : Banyumas District is remind endemic villages with high case incidence (HCI) and the increased import case to indigenous case. At 2012 malaria outbreak hold in Binangun village about 36 cases recorded there. Malaria outbreak are common especially in endemic villages. Human factors and environment as breading place of mosquito maybe causes of still high malaria incidence. Objective : To identify the risk factors of human, environment with the distribution pattern malaria cases and vector in the endemic village at the Banyumas District 2012. Method : this is an observational study with case-control design with matching ages and sex. The descriptive was made to the vector of malaria suspects. Data analysis by Mc. Nemar, conditional logistic regression and spasial analysis to know clustering and buffering. Result : The mosquitoes found on the vector of malaria suspects are An. aconitus, An. maculatus and An. balabacencis. They are prefer bite and rest outdoor with the low mosquito density. Result of multivariate analysis is known that no work as a coconut and rubber farmer (OR=0,44, p=0,02), history of travel to others endemic area (OR=4,9, p=0,000), use insecticide-treated nets (OR= 1,73, p=0,047) existence and distance of bush /shrub (OR=0,35, p=0,007) had significant association to malaria incidence. Distribution of malaria incidence at high case incidence malaria villages are clustered. Clusters of incidence were found in river and bush/shrub areas. Conclution : The malaria suspect mosquitoes prefer bite and rest outside the house. The dominant risk factor was history of travel to others endemic area. The incidence of malaria is clustered mostly spread close to river and bush/shrub.

Kata Kunci : malaria, pemetaan sebaran kasus dan vektor, faktor risiko, Banyumas


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.