Hubungan antara keterlambatan merujuk dengan kematian ibu di RSUD Tidar kota Magelang Propinsi Jawa Tengah
LATUAMURY, Sitti Rabiah, Prof.dr. Djauhar Ismail, MPH.,SpA(K),PhD
2001 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatAngka kematian ibu merupakan salah satu indikator penilaian keberhasilan pembangunan kesehatan, yang merefleksikan status kematian ibu khususnya indikasi akan risiko kematian ibu hamil dan bersalin. Angka kematian ibu di Indonesia adalah 450 per 100.000 kelahiran hidup, dan mengalami penurunan yang agak lambat menjadi 373 per 100.000 kelahiran hidup (SKRT), 1995. Di Rumah Sakit Tidar Kota Magelang terdapat sejumlah kematian ibu yang dapat dihindari dengan memperbaiki faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya kematian ibu. Tujuan: untuk mengetahui hubungan antara keterlambatan pengambilan keputusan unutk mencari pertolongan, keterlambatan transportasi untuk membawa ibu bersalin ke iumah sakit dan keterlambatan penanganan medis di rumah sakit yang ada hubungannya dengan kematian ibu. Cara penelitian: pcnelitian ini adalah studi kasus kontrol. Data kcmatian ibu diperoleh di bagian rekam medik. Populasi penelitian adalah ibu yang rnelahirkan di RSUD Tidar Kota Magelang selama tiga tahun (1 Januari 1998-3 1 Desember 2000). Subyek penelitian adalah semua kasus kematian ibu pada populasi selama periode penelitian sebagai kasus dan melahirkan hidup sebagai kontrol, dengan umur dan paritas seimbang dan disesuaikan dengan informasi kasus, seperti ketepatan waktu atau kedekatan waktu melahirkan dan berdekatan tempat tinggal. Data yang diperoleh dan diolah dengan program SPSS dan Efi Info. Hasil: Selama tiga tahun didapatkan 3.463 kelahiran hidup dan 39 kasus kematian ibu, yang ditemukan rekam medik ada 33 kasus (84,6%) dan 6 kasus (15,4%) tidak ditemukan rekam mediknya. Angka kematian ibu di RSUD Tidar Kota Magelang rata-rata adalah 1 126,2 per 100.000 kelahiran hidup. Penyebab terbesar kemtian ibu bersalin adalah pre eklamsia (48,7%), perdarahan (28,2%), infeksi (1 2,8%) dan lain-lain (1 0,3%). Hasil analisis logistik regresi adalah: keterlainbatan keputusan rnerujuk OR= 5,765 (CI 95% = 0,587-56,656), keterlarnbatan waktu tempuh OR=4,770 (C1 95% = 0,854-26,646) dan keterlambatan penanganan medis OR = 16,891 (CI 95% = 1,995-143,041). Jika dibanding dengan yany lain, maka keterlambatan medis meningkatkan risiko 16 kali untuk terjadi kematian. Kesimpulan: angka kematian ibu di RSUD Tidar Kota Magelang masih relatif tinggi, sebab kematian utama adalah preeklamsideklamsia, perdarahan, infeksi, keterlambatan pengambilan keputusan, keterlambatan waktu tempuh dan keterlambatan penanganan medis, secara bersama-sama keterlambatan niedis merupakan faktor risiko terjadi kematian.
Maternal mortality rate is one of the success indicators for health devclopment. lhat rate reflects mother health statue especially as an indicator of maternal mortality and prenatal mortality nsk. Indonesian maternal mortality rate is 450 per 100.000 birth rate and slowly decreases to 373 per 100.000 of birth rate. There are many maternal mortality cases in Tidar Hospital Magelang, that can be avoided by improving factors influencing maternal mortality. The study was aimed at detectmg the reIationship between the delay of decision making to get health reconciliation, dclay of transportation to bring maternal mortality to the hospital and delay of medical service in hospital with maternal mortality. 'l'his was a control case study. Maternal mortality data were obtained from medical record. The population were maternals bearing children at Tidar General Hospital in Magelang for 3 years since January 1, 1998 unhl December 31, 2000. The subjects were all of the cases of maternal mortality of the population in the study period as the case and birth rate as the control, with balanced age and panty matched with the case information, such as time accuracy or time interval to bear and home nearness. All data from the study tield were analyzcd using SPSS and Efi lnfo Programs. The result of the study were 3443 birth rate and 39 maternal mortality cases and medical record division found 33 from 39 cases {84.6u/~a) nd 6 cases (15.40/0) were not found. Maternal mortality rate in Tidar Hospital Magelang town were 1126.2 per 100.000 birth rate. The big causes of maternal mortality were pre eclainsia (48.7%), haemorrhage (28.2'/0), infection (12.8%) and other maternal factors (10.3%). Regression logistic analysis result showed delay of decision making for reconciliation had OR = 5.765 (C1 95%=0.587-56.650), delay of time to go to hospital had OR = 16.891 (CI 95Y0 = 1.995 - 143.041). Compare with other factors, the study showed the delay of geting medical service in hospital caused 16 times mortality rate. Ln conclusion, maternal mortality rate in 'L'idar Hospital Magelang town in Central Java Province was still high. The main factor of maternal mortality were pre eclainsia/ec lamsia, haemorrhage, iniection, delay of decision making, delay of time to go to hospital and delay of geting medical services in hospital. Delay of geting medical services in hospital is the main risk factor of mortality
Kata Kunci : Kematian Ibu Hamil,Rujukan