Laporkan Masalah

PENGENDALIAN ASET TANAH DAN BANGUNAN PADA KANTOR SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Moch Israr, SE, Dra. Wahyu Hidayati, M.Si.

2013 | Tesis | S2 Magister Ek.Pembangunan

Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan adalah merupakan salah satu unit dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang memiliki fungsi penting dalam Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Bila dikaitkan dengan Informasi opini yang didapatkan terkait dengan Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga tahun 2011 khususnya untuk Kementerian Pendidikan Nasional adalah TMP (Tidak Memberikan Pendapat – Disclaimer) yang disebabkan adanya kelemahan - kelemahan dalam sistem pengendalian intern atas aset tetap tersebut, maka hal ini menjadi sangat penting untuk memperbaiki segala kelemahan-kelemahan dari sisi pengendalian aset. Berdasarkan fenomena di atas, penelitian ini memfokuskan pada identifikasi pelaksanaan faktor-faktor kunci dalam pengendalian aset yang dibatasi aset tanah dan bangunan pada Kantor Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Faktor-faktor kunci dikembangkan konsep manajemen aset korporasi yang sudah di adaptasi dalam sektor publik dari berbagai penelitian terdahulu serta dipadukan dengan konsep managemen aset yang dikembangkan oleh Siregar (2004). Dalam meneliti pengendalian aset, data dikumpulkan dengan metode survei kuesioner kepada pejabat struktural, PFA dan staf dan terkumpul 33 sampel dari total populasi sebanyak 40 dengan metode pengambilan sampel secara purposif. Analisis dilakukan dengan metodologi Expectation Perception Importance (EPI) analysis untuk mengidentifikasi dan menganalisis pelaksanaan faktor kunci pengendalian di Kantor Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dari perspektif ekspektasi, Persepsi dan arti penting dengan tujuan akhir menentukan prioritas penanganan guna meningkatkan kinerja pengendalian aset. Hasil analisis menunjukkan semua elemen faktor kunci pengendalian aset cukup memadai namun pelaksanaannya belum sesuai harapan. Unsur penilaian risiko aset mendapat rating terendah atau prioritas tertinggi untuk segera ditangani. Dari hasil analisis penilaian aset tanah dan bangunan telah sesuai dengan PP Nomor 6 Tahun 2006 tentang pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah dan telah menghasilkan nilai wajar aset.

Secretariat General of the Ministry of Education and Culture is one unit of the Ministry of Education and Culture which has an important function in the Ministry of Education and Culture. Referring to information obtained opinions related to Financial Statements Ministry / Agency in 2010 especially for the Ministry of National Education is Disclaimer, caused weakness in the system of internal control over fixed assets and therefore becomes very important to improve any weaknesses in terms of asset control. Referring to the problem identified above, this research focus on indentifying critical succes factors on improving performance level of asset managemet that limited for land and buildings only. This research is loced at the Secretariat General of the Ministry of Education and Culture. The factors are extended from Corporate Real Estate Asset Management (CREAM) conceptual framework that was adapted to publicsector by aerlier researchers. The concept then is combined with goverment assets management conceptual proposed by Siregar (2004). The questionaire survey methodology apllied in this study and use structural officer, profesional auditor and staff, and get 33 samples from the total of population 40 through purposive method. Expectation-Perseption-Importance (EPI) analisys is applied to find out performance level of actualization of asset management critical success factor based on expectation, perception, and importance perspective of respondent. The main purpose of the analysis is to identify the rank of priority have to be done due to improving performance level of asset management. The result show that all performance level of key factors are moderately high, but lower than the expectation. The EPI analysis result show risk assesment got lowest rating, or highest priority to be handled.

Kata Kunci : faktor kunci keberhasilan, analisis EPI, pengendalian.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.