HUBUNGAN PEMBANGUNAN KEUANGAN DAN PERTUMBUHAN EKONOMI DI CHINA, INDIA, INDONESIA DAN KOREA SELATAN
HARIS DARMAWAN, Dr. Muhammad Edhie Purnawan, M.A.
2013 | Skripsi | ILMU EKONOMIMasih terdapat keraguan apakah benar sektor keuangan terhubung secara langsung dengan sektor riil. Apakah peristiwa yang terjadi di sektor keuangan memiliki dampak terhadap aktivitas di sektor riil. Jika memang terdapat hubungan diantara keduanya bagaimana pula pola hubungan tersebut terjadi. Penelitian ini mengestimasi bagaimana hubungan antara pembangunan keuangan dengan sektor riil di empat negara Asia yaitu China, India, Indonesia, dan Korea Selatan. Pembangunan keuangan dalam penelitian ini diwakili oleh sektor moneter dan pasar modal sedangkan sektor riil diwakili oleh keluaran (output) ekonomi. Dengan menggunakan uji kausalitas Granger Lin metode ini menghubungkan variabel-variabel yang dideteksi kausalitasnya dalam jangka panjang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan beberapa indikator pada sektor keuangan akan menyebabkan pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang di tiga negara yaitu Indonesia, India, dan Korea Selatan atau mengikuti pola penawaran mendahului (Suppy Leading). China mengikuti pola permintaan mengikuti (Demand Following) yang artinya pertumbuhan ekonomi akan mempengaruhi pembangunan keuangan dalam jangka panjang.
There is doubt on the direct linkage between financial sector and the real sector. Does an event occur in financial sector have impact on the real sector activity. When there exist the linkage, how this works. This research estimates the linkage between financial development and real sector in four Asian countries which are China, India, Indonesia, and South Korea. Financial development in this research is represented by monetary sector and stock market and the real sector is represented represent by economic output. By using Granger Lin causality test this methods connects variables that are identified their causality in the long run. We find that increasing in financial development causing economic growth in the long run in three countries which are India, Indonesia and South Korea, or following the supply leading pattern. Whereas for China the finding is follow the Demand Following pattern which mean economic growth cause financial development in the long run.
Kata Kunci : pembangunan keuangan, keuangan, kointegrasi, kausalitas, ekonomi Asia