STUDI PERDAGANGAN ANAK PEREMPUAN DI KECAMATAN BONGAS, KABUPATEN INDRAMAYU
WINDIA SARI SUNARDIYANA, Agus Joko Pitoyo, S.Si, M.A.
2013 | Skripsi | GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPerdagangan Manusia adalah permasalahan yang sangat kompleks dan hingga saat ini belum ada solusi yang tepat untuk mengatasinya. Isu ini menjadi sangat penting karena mayoritas korban adalah anak-anak perempuan dibawah umur yang tidak mendapatkan hak-haknya sebagai seorang anak. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui faktor yang mengakibatkan mudahnya anak-anak perempuan terjerat dalam trafficking, mekanisme trafficking yang terjadi dan kekerasan apa saja yang mereka alami selama menjadi korban trafficking. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif metode ini menjadi metode utama dalam perolehan data. Analisis triangulasi digunakan untuk mengetahui keabsahan data yang diperoleh dalam penelitian, kemudian data direduksi untuk memperoleh kesimpulan hasil penelitian. Rendahnya pendidikan menjadikan anak-anak perempuan mudah tertipu dan terjerat ke dalam trafficking, motivasi belajar yang rendah diakibatkan oleh rendahnya pendidikan orangtua, keluarga dan masyarakat sekitar yang juga tidak memiliki pendidikan tinggi. Permasalahan ekonomi menjadi pemicu anak-anak perempuan untuk turut ikut membantu beban ekonomi keluarga dan tidak mendapatkan hak-haknya. Mayoritas cara mereka terjerat adalah dengan modus penjeratan hutang dan penipuan yang dilakukan oleh para calo, tidak semua anak perempuan mengalami mekanisme perdagangan dengan cara yang sama. Dari semua mekanisme yang terjadi, pada tahap penerimaan kekerasan seksual sangat banyak dialami korban karena anak perempuan usia dibawah 18 tahun kebanyakan bekerja sebagai Wanita Pekerja Seks.
Human trafficking is a complex issued and has no precise solution to overcome down to date. Majority over the victims are the under-ages girl which don’t have their rights as a child. This research was aimed to identify factors effected those girls easily trapped in trraficking, trafficking mechanism and violence experienced throughout trafficking. The qualitative method was used in this research. Triangulation analysis intended to determine data validity. Subsequently all the data reduced to conclude. This research showed that low of education inflicts these girls to easily trap. Low motivation of study caused by the low levels of parental education, family and surrounding communities were also contribute. Economic problem was the other trigger. The girls have obligation to help their family economic with the result they were indebted and deceit by the panders. But not all the girls have the same trafficking mechanism. Overall, sexual violance was the most frequently experienced by the victims because the girls under 18 mostly working as sex worker
Kata Kunci : Trafficking, Mekanisme, Kekerasan, Anak Perempuan