RANCANG BANGUN SINKRONISASI PEWAKTUAN LAMPU LALU LINTAS MENGGUNAKAN PLC OMRON CPM2A DAN WONDERWARE INTOUCH
SYUKRI HADI KAMIL P, Andi Dharmawan, S.Si., M.Cs.
2013 | Skripsi | ELEKTRONIKA DAN INSTRUMENTASITelah dilakukan penelitian dengan judul Rancang Bangun Sinkronisasi Pewaktuan Lampu Lalu Lintas Menggunakan PLC Omron CPM2A Dan Wonderware InTouch. Sistem ini bertujuan agar kendaraan yang keluar dari suatu persimpangan setelah lampu lalu lintas berwarna hijau menyala, tidak lagi menunggu pada persimpangan berikutnya karena terkena lampu merah. Sebuah sinyal diterima pada suatu persimpangan dari persimpangan sebelumnya sebagai tanda agar persimpangan tersebut menyesuaikan pewaktuan lampu hijau-nya agar tujuan tersebut diatas dapat tercapai. Kecepatan kendaraan dan jarak antar persimpangan menjadi faktor utama dalam perhitungan sinkronisasi. Jarak antar persimpangan dimasukkan secara manual kedalam sistem. Dua buah sensor lindas dipasang pada badan jalan untuk menghitung kecepatan kendaraan yang melintasi jalan antar persimpangan. Saat sinyal sinkronisasi diterima, bergantung pada warna lampu yang sedang menyala, tipe sinkronisasi yang aktif dapat dibagi menjadi enam tipe. Masing-masing tipe memiliki perhitungan pewaktuan untuk sinkronisasi yang berbeda-beda. Penggunaan sistem sinkronisasi mampu menghindarkan kendaraan terkena lampu merah pada persimpangan yang tersinkronisasi secara aktual pada prototipe sebanyak 24 kali dari 30 kali percobaan (80%) dengan waktu tunggu rata-rata apabila terkena lampu merah adalah 12,02 detik, sedangkan secara simulasi 17 kali dari 30 kali percobaan (56,67%) dengan waktu tunggu rata-rata apabila terkena lampu merah adalah 1,25 detik. Kecepatan maksimal kendaraan yang direkomendasikan secara teori pada simulasi adalah 46,67 km/jam. Kata kunci: Sinkronisasi, PLC, Omron, Lampu lalu lintas, Sensor lindas, Wonderware InTouch.
A Research has been carried out with the title Traffic Lights Timing Synchronization Design Using PLC Omron CPM2A And Wonderware InTouch. The system is intended to make vehicles no need to wait for green light at the next intersection after clearing an intersection before. An intersection received a signal from previous intersection in order to adjust the timing of its signal so the objective above can be achieved. Speed of vehicles and the distance between intersection is the main factor for synchronization system. The distance is entered manually into the system. Vehicles speed can be calculated with two sensors mounted on the road. When the synchronization signal is received, depending on the color of the lights were lit, active synchronization types can be divided into six types . Each type has it’s timing calculations for synchronization. The use of the synchronization system is able to avoid the vehicle hit a red light at the synchronized intersection in real time on a prototype is 24 times out of 30 attempts (80%) with an average waiting time when hitting the red light is 12,02 seconds, while in the simulation is 17 times out of 30 attempts (56,67%) with an average waiting time when hitting the red light is 1,25 seconds. Recommended maximum vehicle speed in theory on simulation is 46,67 km/h.
Kata Kunci : Sinkronisasi, PLC, Omron, Lampu lalu lintas, Sensor lindas, Wonderware In Touch