Laporkan Masalah

UJI DAYA ANTIINFLAMASI FORMULASI KURKUMIN DENGAN KITOSAN RANTAI SEDANG DALAM BENTUK NANOPARTIKEL PADA TIKUS BETINA GALUR WISTAR DENGAN METODE UDEM TERINDUKSI KARAGENIN

RINDA RAHMA ASTRINI, Dr.rer.nat. Ronny Martien, M.Si

2013 | Skripsi | FARMASI

Kurkumin memiliki aktivitas sebagai antiinflamasi. Bioavailabilitas kurkumin yang kecil mengakibatkan efek antiinflamasi kurkumin menjadi tidak maksimal. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui daya antiinflamasi yang dihasilkan oleh kurkumin apabila diformulasi menjadi bentuk nanopartikelnya dengan menggunakan kitosan rantai sedang. Pada penelitian ini digunakan senyawa kalium diklofenak dosis 0,9 mg/kgBB sebagai kontrol positif, kurkumin dosis 5 dan 10 mg/kgBB serta nanopartikel kurkumin dosis 5 dan 10 mg/kgBB. Pembuatan nanopartikel kurkumin menggunakan metode ionik gelasi. Metode ionik gelasi berkaitan pada pembentukan kompleks oleh dua struktur dengan muatan yang berlawanan sehingga terbentuk gel nanopartikel. Bahan-bahan yang digunakan antara lain kurkumin dengan konsentrasi 0,1%, kitosan 0,06%, dan TPP 0,01%. Kemampuan aktivitas antiinflamasi kalium diklofenak, kurkumin dosis 5 dan 10 mg/kgBB serta nanopartikel kurkumin dosis 5 dan 10 mg/kgBB dengan Persentase Daya Antiinflamasi (% DAI) berturut-turut 68,86%, 13,16%, 17,11%, 22,18%, dan 37,50%. Berdasarkan hasil uji statistik ANOVA satu jalan terdapat perbedaan yang sangat signifikan pada kalium diklofenak, kurkumin dosis 5 dan 10 mg/kgBB, serta nanopartikel kurkumin dosis 5 dan 10 mg/kgBB.

-

Kata Kunci : daya antiinflamasi, kurkumin, nanopartikel, kitosan rantai sedang.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.