Laporkan Masalah

Kajian reseptivitas lingkungan dan vulnerabilitas penduduk serta kaitannya dengan ebdemisitas malaria pada tiga dusun di 3 (tiga) kecamatan Kabupaten Kulon Progo

SAEPUDIN, Malik, Prof.dr. Sugeng Juwono, M,DAP

2001 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Malaria masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di kabupaten Kulon Progo, kasus dari tahun ke tahun cenderung mengalami peningkatan sehingga desadesa high case incidence (HCI) semakin bertambah dari 21 desa HCI pada tahun 1999 dengan MI: 45,56 permil, meningkat menjadi 27 desa HCI pada tahun 2000 dengan API: 87,6 permil. Status desa-desa bebas malaria dan desa low case incidence (LCI) juga meningkat menjadi desa moderate case incrdence (MCI), sehingga desa yang dinyatakan bebas kasus malaria pada tahun 2000 hanya tinggal4 desa dari 88 desa yang ada. Kondisi sosial ekonomis dan geografis yang terbagi dalam 3 zona wilayah, yakni : dataran tinggi, menengah dan dataran rendah, serta adanya peningkatan prevalensi malaria dari tahun ke tahun, memberikan gambaran bahwa di kabupaten Kulon Progo memiliki kondisi lingkungan yang reseptif dan penduduk yang vulnerabel terhadap penularan malaria. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat reseptivitas lingkungan dan vulnerabilitas penduduk hubungannya dengan terjadinya endemisitas malaria. Penelitian ini dilakukan di 3 dusun, yaitu Kembang di kecamatan Girimulyo, Nggletak di kecamatan Pengasih, dan Pasir Mendit di kecamatan Temon. Metode survei dengan melakukan pengukuran dan pengamatan variabel reseptivitas lingkungan, variabel vulnerabilitas penduduk dan variabel endemisitas malaria. Variabel reseptivitas lingkungan terdiri dari subvariabel: geografis, biologis, sosial ekonomis,kepadatan vektor, sedangkan variabel vulnerabilitas terdiri dari subvariabel: pekerjaan, perilaku penduduk, mobilitas penduduk, kerentanan penduduk, serta variabel endemisitas diukur dengan survei malariometrik pada kelompok umur 2-9 tahun. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat reseptivitas lingkungan terhadap penularan malaria cukup tinggi di ketiga dusun. Sedangkan tingkat vulnerabilitas penduduk terhadap penularan malaria & ketiga dusun penelitian bervariasi, yaitu; Kembang; tingg, Nggletak: rendah, dan Pasir Mendit memililu tingkat vulnerabilitas yang sedang terhadap penularan malaria. Survei malariometri di ketiga dusun penelitian, ternyata 2 dusun tidak ditemukan kasus, kecuali di dusun Kembang ditemukan kasus dengan spleen rate (SR) sebesar 14,8%, dan ditemukan Infant parasite rate atau indeks transmisi sebesar 33,33% yang menggambarkan masih berlangsungnya penularan malaria. Disimpulkan bahwa di ketiga dusun tersebut menunjukan reseptivitas tingg terhadap penularan parasit malaria, dan terkait dengan endemisitas malaria. Vulnerabilitas penduduk terhadap penularan parasit malaria dari tingg ke rendah, dari ke tiga dusun tersebut adalah; Kembang, Pasir Mendit, dan Nggletak. Hal tersebut terkait dengan tingkat endemisitas malaria, di Kembang mesoendemis, sedangkan dua dusun lainnya hipoendemis. Kepadatan vektor yang tinggi terkait dengan reseptivitas lingkungan yang tinggi, sedangkan tingkat vulnerabilitas sebagai faktor penentu endemisitas malaria. Oleh karena itu perlu dilakukan pemberantasan vektor dan modifikasi lingkungan dengan melibatkan peran serta masyarakat secara aktif dan lintas sektoral dengan pemerintah daerah kabupaten Kulon Progo.

Kata Kunci : Epidemiologi Malaria, Reseptivitas Lingkungan, Reseptivitas Lingkungan, Vulnerabilitas Penduduk, Endemisitas malaria.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.