ESTIMASI KERUGIAN LAHAN PERTANIAN AKIBAT LAHAR DI KALI PUTIH KECAMATAN SALAM, KABUPATEN MAGELANG
kartika eliyandari, Prof. Dr. Hartono DEA. DESS.
2013 | Tesis | S2 MAGISTER MANAJEMEN BENCANASepanjang aliran Kali Putih merupakan lahan pertanian yang menjadi sumber penghasilan utama penduduk di sekitarnya. Sangat banyak lahan pertanian yang rusak akibat terkena lahar, sehingga banyak masyarakat di sekitar Kali Putih kehilangan mata pencaharian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengestimasi kerugian ekonomi pada lahan pertanian akibat lahar di Kali Putih. Metode DaLA (Damage and Loss Assessment) digunakan untuk mengestimasi tingkat kerusakan dan kehilangan pada sektor pertanian. Komponen yang digunakan dalam mengestimasi nilai kerusakan dan kehilangan antara lain adalah luas lahan pertanian yang terkena lahar, biaya produksi pertanian dan harga pasar tanaman pertanian pada tingkat petani dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 75-100% lahan pertanian mengalami kerusakan akibat lahar. Penyebab utama kerusakan lahan pertanian dikarenakan oleh tertimbun material lahar. Kebanyakan lahan pertanian yang mengalami kerusakan berada pada kelokan sungai. Faktor lain yang menyebabkan kerusakan antara lain adalah bentuk morfologi sungai yang menyerupai leher botol (bottle neck), sifat aliran lahar yang relatif lurus, dan penyempitan sungai. Total nilai kerusakan pada lahan pertanian akibat lahar di wilayah penelitian sebesar Rp. 403.659.200,00. Total nilai kehilangan pada lahan pertanian akibat lahar di wilayah penelitian sebesar Rp. 930.706.120,00. Dusun Gulon dan Dusun Salakan merupakan dusun yang memiliki tingkat kerusakan dan kehilangan paling tinggi karena kedua dusun tersebut terletak pada kelokan Kali Putih.
Around Kali Putih stream is an agricultural land that become the source of income residents in the surrounding areas. Agricultural land damages by lahar, make people in Kali Putih areas loss of livelihood. The aim of this research is estimating economic loss agricultural land by lahar in Putih River. DaLA method (Damage and Loss Assessment) used to estimate the level of damage and loss in agricultural sector. Components used to estimate damage and loss value are the agricultural land area affected by lahar, the agricultural production cost, the agricultural price at the farmer rate in the past five years. This research show that lahar destroy 75-100% agricultural land. Total Agricultural land area destroy because of Lahar is 693.516 meter squares. The agricultural land was destroyed because covered with lahar materials. The most damage of agricultural land on the River Putih bend. The other factors that causes damage toward agricultural land which are a morphological river that resemblance to a bottle neck, the lahar flow nature is relatively straight, and the river narrowing. The damage value in agricultural land is IDR 403,659,200.00. The loss value in agricultural land is IDR 930,706,120.00. Gulon and Salakan Hamlet were destroyed highly because located on the River Putih bend.
Kata Kunci : estimasi kerusakan lahan pertanian, lahar, damage and loss assessment