Laporkan Masalah

STRATEGI PENGELOLAAN LAHAN PERTANIAN UNTUK MENGURANGI DAMPAK ABU VULKANIK GUNUNGAPI BROMO, JAWA TIMUR

Edwin Maulana, Prof. Dr.rer.nat. Junun Sartohadi, M.Sc.

2013 | Tesis | S2 MAGISTER MANAJEMEN BENCANA

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan strategi pengelolaan lahan pertanian untuk mengurangi dampak abu vulkanik Gunungapi Bromo. Pemetaan bahaya abu vulkanik Gunungapi Bromo dilakukan untuk mengidentifikasi daerah yang terdampak oleh erupsi Gunungapi Bromo di tahun 2010. Metode yang digunakan adalah survei serta analisis dengan SIG (Sistem Informasi Geografi). Kesesuaian lahan untuk pertanian dilakukan untuk mengetahui karakteristik dan kualitas lahan pascaerupsi Gunungapi Bromo. Metode yang digunakan untuk menganalisis kesesuaian lahan adalah matching dengan teknik pembobotan. Bobot dari masing-masing parameter dianalisis dengan AHP (Analisis Hirarki Proses). Pengembangan strategi pengelolaan lahan dianalisis berdasarkan identifikasi daerah terdampak abu vulkanik erupsi Gunungapi Bromo dan analisis karakteristik lahan. Metode yang digunakan untuk analisis strategi pengelolaan lahan berupa metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 8665.20 hektar atau 12,77% dari daerah penelitian rentan terhadap ancaman abu vulkanik Gunungapi Bromo. Area tersebut tersebar di Kecamatan Sumber dan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Terdapat tiga faktor utama yang menyebabkan daerah tersebut menjadi sangat rentan terhadap bahaya abu vulkanik Gunungapi Bromo, yaitu arah angin, bentuk kawah Bromo, dan elevasi serta lokasi kaldera Sukapura. Kesesuaian lahan di Pegunungan Tengger didominasi oleh tanaman kentang dan kubis. Faktor penghambat utama berupa pH dan KTK (Kapasitas Tukar Kation) yang terlalu rendah, curah hujan terlalu tinggi, serta kemiringan lereng dan erosi yang sangat intensif. Strategi pengelolaan lahan yang dapat diterapkan adalah menambahkan BO (Bahan Organik) dan Fosfat untuk meningkatkan pH dan KTK tanah serta dengan melakukan tindakan konservasi lahan.

This study aims to develop agricultural land management strategies to reduce the impact of volcanic ash Bromo Volcano. Volcanic ash hazard mapping of Bromo was conducted to identify areas affected by the eruption of the Bromo Volcano in 2010. Field surveys and GIS (Geographic Information System) analysis were performed to create hazard maps of volcanic ash. Land suitability assessment was conducted to determine the characteristics and land quality after the eruption of Bromo Volcano. Matching by weighting technique using AHP (Analytic Hierarchy Process) is used to determine the land suitability for agriculture. Land management strategies were analyzed by identifying areas affected by volcanic ash eruption and land characteristics analysis. The research results showed that 8665.20 hectares or 12.77% are vulnerable to the threat of volcanic ash Bromo Volcano. There are three main factors that caused the area to be very vulnerable to the hazards of volcanic ash, the wind direction, the shape of the crater of Bromo, and the elevation and location of the caldera of Sukapura. Land suitability in Tengger Mountain dominated by crops of potatoes and cabbage. The main limitation factors such as low pH and CEC (Cation Exchange Capacity), too high rainfall, as well as slope and intensive erosion. Land management strategies that can be applied is organic materials and phosphate addition to increase soil pH and CEC as well as land conservation action.

Kata Kunci : strategi pengelolaan lahan, abu vulkanik, Gunungapi Bromo


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.