SOLIDARITAS PEREMPUAN DALAM NOVEL OUT (オオオ) KARYA NATSUO KIRINO: TINJAUAN FEMINISME
YUNITA, Dr.Wening Udasmoro, M.Hum., DEA.
2014 | Tesis | S2 SastraPenelitian ini bermula dari munculnya masalah yaitu perbedaan solidaritas dalam novel Out dengan realita kehidupan sehari-hari yang selama ini dipahami sebagai sebuah kerjasama positif tetapi dalam Out memiliki kompleksitas lain. Dalam Out, para perempuan digambarkan membentuk kelompok dan melakukan perlawanan terhadap budaya patriarkhi dengan mengabaikan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Perempuan tidak lagi menjadi sosok yang pasif, menunggu, dan menjadi objek untuk memuaskan laki-laki. Dalam hal ini, peneliti berupaya mengungkap bagaimana solidaritas yang terjalin antar perempuan, tujuan atau aspek yang ingin diperjuangkan, serta mengungkap kompleksitas solidaritas yang terjadi pada perempuan. Penelitian ini menggunakan teori feminis yang dikembangkan oleh Simone de Beauviour karena konsep feminisme Simone de Beauviour erat kaitannya dengan karya Natsuo Kirino yang sarat dengan permasalahan mengenai perempuan dan perjuangan perempuan. Kompleksitas solidaritas dalam Out akan terlihat apabila menggunakan konsep Simone de Beauviour tentang feminisme dan hubungan subjekobjek (the others), perempuan dalam solidaritas grup yang terdiri dari solidaritas sebagai kekuatan, solidaritas sebagai yang semu, dan praksis-etis pembebasan kaum. Dalam novel Out terlihat jelas keinginan Natsuo Kirino mengemukakan perasaan, pemikiran, dan problem perempuan pada jamannya yang masih sangat relevan hingga saat ini. Kita bisa melihat perjuangan perempuan untuk keluar dari penindasan, diskriminatif, serta kekerasan terhadap perempuan. Perempuan merupakan agen bernalar yang harga dirinya ada di dalam kemampuannya untuk menentukan nasibnya sendiri. Pada akhirnya solidaritas dalam bentuk kriminalitas merupakan sebuah pergulatan besar yang harus dijalani para perempuan yang ada dalam novel Out, dimana tidak ada lagi cara lain yang bisa membebaskan mereka dari situasi yang tertindas, yang pada akhirnya mengiring mereka tergabung dalam kelompok yang membangkitkan rasa kebersamaan dan kesetiaan. Walaupun pada dasarnya konflik yang dihadapi oleh masing-masing perempuan tersebut berbeda dan mereka sepenuhnya tidak memiliki loyalitas tunggal dalam suatu kelompok tertentu. Namun Perasaan senasib, sepenanggungan merupakan fondasi dasar, mengapa mereka dapat bersatu. Semakin kuat nilai-nilai yang berlaku pada perempuan, akan semakin kuat ikatan pertemanan mereka. Solidaritas membuat mereka mampu menghadapi berbagai masalah, ancaman, dan gangguan yang terjadi.
This research is started from the emergence of the problem that is the difference of solidarity in the novel Out with the realities of everyday life that have been understood as a positive role but in Out has other complexities. In Out, the women portrayed form groups and fight against patriarchal culture by ignoring the norms prevailing in society. Women no longer a passive figure, waiting, and becomes the object to satisfy men. In this case, the researcher attempt to uncover how the solidarity that exists among women, goals or aspects that want to fight for, and unravel the complexity of solidarity among women. This study uses feminist theory developed by Simone de Beauviour because the concept of feminism Simone de Beauviour closely related to the work of Natsuo Kirino is loaded with issues concerning women and the struggle of women. The complexity of solidarity in Out will be seen when using the concept of Simone de Beauviour about feminism and subject-object relations (the others), women in the solidarity group consisting of solidarity as the strength, solidarity as false, and ethical praxis-liberation. In the novel Out Natsuo Kirino apparent desire express feelings , thoughts , and problems of women in his time are still very relevant today. We can see women struggle to get out of oppression , discrimination , and violence against women. Women are agents reasoned that his pride in the ability to determine their own destiny. At the end of solidarity in the form of crime is a major struggle that must be waged by women in the novel Out, where there is no other way that can liberate them from the situation of the oppressed, which ultimately mengiring they belong to a group that evokes a sense of community and loyalty. Although essentially a conflict faced by each of these different women and they have not completely singular loyalty to a particular group. But the feeling of kinship, the basic foundation of shared, why they can unite. The stronger the values that apply to women , the stronger their bond of friendship. Solidarity makes them able to face various problems, threats, and disturbance.
Kata Kunci : feminisme, solidaritas, dan kebebasan