Laporkan Masalah

OPTIMUM YIELD OF THE GROUNDWATER ABSTRACTION IN YOGYAKARTA CITY, YOGYAKARTA SPECIAL PROVINCE, INDONESIA

AMPHONE CHOMXAYTHONG, Dr. Heru Hendrayana

2013 | Tesis | S2 Teknik Geologi

Air merupakan sesuatu yang sangat penting untuk mahluk hidup, dan airtanah merupakan sumber air utama pemasok kebutuhannya. Kota Yogyakarta adalah salah satu kota dengan penduduk yang padat di Indonesia. Oleh karena itu, kebutuhan sumber daya alam seperti airtanah meningkat setiap tahun. Dengan demikian, estimasi keseimbangan airtanah merupakan hal yang sangat penting untuk menilai safe yield dari sistem aquifer. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung sustainable yield sebagai optimum yield dari pengambilan airtanah di masing-masing kecamatan, dan untuk mengetahui besar dan dampak pengambilan airtanah terhadap sustainable yield airtanah di Kota Yogyakarta saat ini. Metodelogi perhitungan yang digunakan adalah metode Healy dan Masak (2002). Nilai total safe yield airtanah di kota Yogyakarta adalah 183 l/s sehingga lebih rendah dari pengambilan airtanah untuk keperluan rumah tangga yaitu sebesar 742 l/s. Hal ini menunjukkan penggunaan airtanah yang tidak aman. Selain itu, jumlah total sustainable yield setara dengan 1.150 l/s. Sustainable yield dapat dibagi menjadi dua tingkatan: tingkat rendah berkisar antara 1-10 l/s menunjukkan ketidakberkelanjutan pengambilan airtanah dan tingkat moderat berkisar 40-52 l/s menunjukkan penggunaan airtanah yang berkelanjutan. Namun, jika airtanah digunakan secara menerus, maka akan beresiko terhadap keberlanjutan pengambilan airtanah. Optimum yield pengambilan airtanah dapat ditarik dengan sustainable yield dalam jumlah 40%, 60% dan 80%. 40% dari Optimum yield adalah 460 l/s sedangkan air yang tersisa adalah 690 l/s dan berkelanjutan. Namun, di beberapa kecamatan dengan jumlah penduduk banyak dan pengambilan airtanah banyak, maka tidak akan mencukupi. Dalam kondisi lain, 60% dari Optimum yield adalah 690 l/s, dimana sisa air sebesar 460 l/s. Kondisi ini berkelanjutan dan tepat bagi menggunakan airtanah. Dalam kondisi terakhir, 80% dari optimum yield adalah 920 l/s sedangkan air yang tersisa adalah 230 l/s, sehingga masih berkelanjutan dan airtanah masih cukup untuk digunakan. Di sisi lain, kecamatan dengan sustainable yield yang rendah menjadi tidak aman penggunaan airtanahnya. Tiga perbedaan kondisi optimum yield menunjukkan penurunan muka airtanah yang berbeda dan juga perubahan yang berbeda dari arah aliran airtanah. Akibatnya, hal itu akan menyebabkan turunnya muka airtanah dan penyimpanan airtanah yang tidak berkelanjutan. Pengambilan airtanah saat ini di Kota Yogyakarta adalah sekitar 60% - 65% dari optimum yield pengambilan airtanah. Hal ini mengacu pada penyimpanan airtanah yang berkelanjutan untuk penggunaan airtanah. Harapan di masa depan, daerah resapan cekungan harus dilindungi dan dilakukan pengelolaan, sebagai faktor utama yang mempengaruhi stabilitas sustainable yield dalam jangka panjang. Selain itu, 40%, 60%, dan 80% dari optimum yield menunjukkan penggunaan airtanah yang berkelanjutan, namun para pengguna harus mempertimbangkan dampak dari tiga kondisi ini melalui penggunaan air secara cukup dan efisien.

The water is very essential for all living things, and groundwater is the main water resource supplying their needs. Yogyakarta city is one of the dense population cities in Indonesia. Moreover, due to this condition, the need of the natural resource as groundwater is increased every single year. Thus, the estimation of groundwater balance is crucial in order to assess the safe yield of the aquifer systems. This research aims to calculate the sustainable yield as well as optimum yield of the groundwater abstraction of each sub-districts, and to know the current groundwater abstraction rate and the impact of groundwater abstraction on sustainable yield in Yogyakarta City. The methodology of calculation which was used to conceptualize the safe yield is Healy and Cook (2002) method. Result of the total value of safe yield in Yogyakarta city which is 183 l/s is less than groundwater abstraction for domestic which is 742 l/s. This refers to unsafe groundwater usage. Furthermore, the total amount of the sustainable yield equals to 1,150 l/s. It can be divided into two levels: the low level ranged from 1 - 10 l/s referring to unsustainable groundwater abstraction and the moderate level ranged from 40 - 52 l/s referring to sustainable groundwater use. However, if the groundwater is used continuously, it will be risk to unsustainable groundwater abstraction. The optimum yield of the groundwater abstraction can be drawn by multiplying the sustainable yield into such number 40%, 60% and 80%. The optimum yield 40% is 460 l/s while the remaining water is 690 l/s and it is sustainable; nevertheless, some sub-districts with more population and more groundwater abstraction are not sufficient. In another condition, optimum yield 60% is 690 l/s while the water still remains 460 l/s. This condition is sustainable and suitable to use groundwater. In the last condition, optimum yield 80% is 920 l/s while the remaining water is 230 l/s, it is still sustainable and enough to use the groundwater. On the other hand, the sub-districts with low sustainable yield will be unsafe to use groundwater. The optimum yield in three difference conditions gives different decrease of the groundwater level and also different change of groundwater flow direction. Consequently, it will cause groundwater level declination and unsustainable groundwater storage. The current groundwater abstraction in Yogyakarta city is about 60% - 65% of optimum yield of the groundwater abstraction. It refers to the sustainable groundwater storage to use the groundwater. In the future expectation, the recharge area of the basin should be protected and managed the land use which is the main factor affecting stability of sustainable yield in the long-term. In addition, the optimum yields of 40%, 60%, and 80% are sustainable to use groundwater, but the users should consider the effects from these three conditions in order to use water sufficiently and efficiently.

Kata Kunci : Safe Yield, Sustainable Yield, Optimum Yield.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.