Laporkan Masalah

VARIASI GENETIK POPULASI LOBSTER HIJAU PASIR (Panulirus homarus L.) DI LOMBOK BERDASARKAN PENANDA MOLEKULAR

YUDHA PERDANA PUTRA, Dr. Niken Satuti Nur Handayani, M.Sc.

2013 | Tesis | S2 Biologi

Panulirus homarus merupakan salah satu jenis spiny lobster yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan paling banyak ditangkap serta dibudidayakan di wilayah perairan selatan Pulau Lombok dibandingkan jenis spiny lobster lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi genetik populasi Panulirus homarus di Lombok dengan menggunakan penanda Inter-Simple Sequence Repeats (ISSR) serta menentukan populasi yang paling potensial di Lombok untuk pengambilan bibit, pemilihan induk, dan konservasi. Pengambilan sampel dilakukan di tiga lokasi, yaitu Teluk Gerupuk, Teluk Bumbang dan Teluk Awang. Amplifikasi DNA dilakukan dengan metode PCR-ISSR menggunakan primer ISSR1 dan ISSR3. Analisis data dilakukan dengan metode UPGMA untuk menkonstruksi dendrogram. Karakter mofologis berupa rasio lebar/panjang tubuh dan pola warna tidak menunjukkan perbedaan signifikan antara ketiga populasi. Total lokus yang teramplifikasi pada ketiga populasi berjumlah sebanyak 48 loci polimorfik. Populasi di Teluk Gerupuk memiliki variasi genetik pada region ISSR tertinggi diantara ketiga populasi yang dianalisis berdasarkan pada persentase polimorfisme dan nilai similaritas. Pola percabangan pada dendrogram menunjukkan pengelompokkan 23 sampel yang dianalisis ke dalam 3 kelompok sesuai dengan lokasi pengambilan sampel.

Panulirus homarus is one of the high economically valued spiny lobster which is mostly caught and cultured at south coast of Lombok Island among the other spiny lobsters. The purposes of this reasearch are to observe the genetic variations within Panulirus homarus populations in Lombok by Inter-Simple Sequence Repeats (ISSR) markers, and to determine which population in Lombok is the most potential for juvenile harvesting, parents selection, dan conservation. Sampling was done in three locations, which are Gerupuk Bay, Bumbang Bay and Awang Bay. DNA amplification was done by PCR-ISSR method using ISSR1 and ISSR3 primers. Data analysis was done by UPGMA method to construct a dendrogram. Morphological characters of body width/length ratio and coloration do not show significant differences between the three populations. There were total of 48 polymorphic loci amplified from the samples of three analyzed populations. Population in Gerupuk Bay has the highest genetic variations in the ISSR regions among the three analyzed populations based on their polymorphism percentages and similarity values. Branching pattern of the dendrogram shows the clustering of 23 analyzed samples into three distinct groups consistent with the three sampling locations.

Kata Kunci : Panulirus homarus, Lombok, variasi genetik, ISSR


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.