Laporkan Masalah

PROGRAM PENGEMBANGAN PRODUK WISATA BERBASIS MARKET DRIVEN DI KOTA BENGKULU

GEBY FATHONA, Ir. T. Yoyok Wahyu Subroto, M.Eng., Ph.D

2013 | Tesis | S2 Mag.Arsitektur Pariwisata

Kota Bengkulu merupakan Ibu kota Provinsi yang mengangkat sektor pariwisata sebagai sektor andalan bagi pembangunan kepariwisataan daerah. Ditetapkannya Bengkulu sebagai Kawasan Pengembangan Pariwisata Nasional (KPPN) didasari oleh kekayaan wisata yang dimillikinya, terdiri dari wisata alam, budaya dan buatan. Sebelumnya, pola pendekatan pemasaran pariwisata Bengkulu hanya menekankan terhadap kondisi produk sehingga tingkat kunjungan cenderung mengalami kondisi stagnasi (tidak mengalami perubahan yang signifikan). Sementara, pemasaran pariwisata modern berorientasi kepada wisatawan. Didasari oleh kondisi tersebut maka untuk memajukan pembangunan kepariwisatan daerah diperlukan pengetahuan mengenai selera dan keinginan pasar wisatawan (market driven). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi pasar sebagai penentu arahan pengembangan produk wisata Kota Bengkulu. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan empiris. Pengambilan data digunakan dengan pengamatan, kuesioner dan wawancara kemudian dianalisis dengan menggunakan perhitungan statistik crosstab yang kemudian didiskripsikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan karakteristik pasar wisatawan aktual terhadap masing-masing maksud perjalanannya. Kemudian penilaian pasar wisatawan selama berada di Kota Bengkulu masih belum optimal, hal ini didasarkan oleh tingginya prioritas pilihan negatif dari wisatawan yang berlibur, MICE dan mengunjungi kerabat. Pasar wisatawan menginginkan dan mengharapkan kualitas, kenyamanan, pelayanan dan kecepatan saat ini berada pada level kesiapan Bengkulu di Tahun 2011. Berdasarkan analisis crosstab (tabulasi silang) diketahui keinginan dan harapan yang menjadi prioritas pasar wisatawan berlibur adalah kenyamanan dan kualitas, prioritas pasar wisatawan MICE adalah kualitas, dan prioritas pasar wisatawan mengunjungi kerabat adalah kenyamanan.

As the capital of the province, Kota Bengkulu promotes tourism as its main source of local development. Bengkulu has officially been selected as Area of National Tourism Development or Kawasan Pengembangan Pariwisata Nasional (KPPN) due to its potential of tourism, consisting of natural tourism, cultural tourism, and artificial manmade tourism. Even with the adoption, Bengkulu still emphasize its tourism solely on the condition of their products and tend to face stagnation concerning the number of its visitors. Meanwhile, modern tourism marketing is a visitor-oriented tourism. Based on that condition, the knowledge about visitors’ taste as well as visitors’ demand is necessary for the development of local tourism in Bengkulu. This research tries to explore the market condition as a direction towards development of Bengkulu’s tourism products. The methodology used in this research is quantitative with empirical approaches. The data collections are using observation methods, questionnaire and interview. The data analysis are using crosstab statistic calculation with further descriptions. The results of this research indicates the differences of charateristics between actual tourist behaviours and their expectations. The current evaluation of tourist in Bengkulu is not optimized, due to the high degree of negative choice among tourists, MICE and visiting families. Tourist expect quality, comfort, service and efficient performances of government of Bengkulu in 2011. Based on crosstab analysis, it is known that expectations of tourist are mainly comforts and quality, the priority of MICE are quality, and priority of tourist who visit families are comforts.

Kata Kunci : Pasar wisatawan (market driven), Keinginan, Produk Wisata.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.