EVALUASI PROSES IMPLEMENTASI PROGRAM KESEJAHTERAAN SOSIAL ANAK DI KECAMATAN SEMIN KABUPATEN GUNUNGKIDUL
DODI TARESA HANDAHANDORO, Dr. Ir. Suhatmini Hardyastuti, S.U.
2013 | Tesis | S2 Mag.Studi KebijakanProgram Kesejahteraan Sosial Anak dikembangkan dengan perspektif jangka panjang untuk merespon tantangan dan upaya mewujudkan kesejahteraan sosial anak yang berbasis hak. Juga untuk mendorong perubahan paradigma dalam pengasuhan, dukungan, dan perlindungan anak yang bertumpu pada keluarga/orang tua dan strategi yang terintegrasi serta keberagaman jenis/mekanisme pemenuhan kebutuhan penerima manfaat. Penelitian ini mengambil lokasi di Kecamatan Semin Kabupaten Gunungkidul Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kecamatan Semin mempunyai jumlah anak dengan tuna grahita yang cukup banyak dengan kemungkinan kelahiran anak dengan tuna grahita yang masih tinggi. Oleh sebab itu PKSA di Kecamatan Semin mayoritas adalah program kesejahteraan sosial anak dengan “kecacatanâ€. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran umum implementasi PKSA di Kecamatan Semin Kabupaten Gunungkidul serta melihat faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaannya. Untuk mengkaji tujuan penelitian tersebut, digunakan jenis dan metode penelitian kualitatif. Untuk melihat implementasi PKSA ini maka digunakan suatu penilaian terhadap kinerjanya. Alat yang digunakan untuk dapat menilai berhasil atau tidaknya kinerja implementasi kebijakan ini adalah indikator yang dalam penelitian ini kinerja PKSA di Kecamatan Semin Kabupaten Gunungkidul berjalan cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari pencapaian indikator yang hampir semuanya sudah berjalan searah dengan tujuan yang ingin dicapai. Pendekatan dalam melihat implementasi program di lapangan menggunakan pendekatan bottom-up yang menekankan pada fakta bahwa implementasi di lapangan memberikan keleluasaan dalam penerapan kebijakan. Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah model proses atau alur Smith dimana dalam proses implementasi ada empat variabel yang perlu diperhatikan. Keempat variabel tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan satu kesatuan yang saling mempengaruhi dan berinteraksi secara timbal balik. Berdasarkan hasil penelitian, keempat variabel tersebut dapat diimplementasikan dengan cukup baik. Variabel pertama yaitu interaksi dalam melaksanakan program ini yang dilihat melalui kualitas dan kuantitas pelayanan. Variabel yang kedua yaitu kelompok sasaran sebagai salah satu policy stakeholder yang dapat mengadopsi pola-pola interaksi dan dapat berubah sesuai dengan tujuan kebijakan. Variabel yang ketiga yaitu organisasi pelaksana yang memiliki peran yang dominan dalam implementasi program. Yang menjadi fokus perhatian dalam variabel ini adalah kapasitas organisasi dalam mengimplementasikan PKSA. Variabel yang terakhir adalah faktor lingkungan yang mempunyai pengaruh yang besar terhadap nilai dan konteks dalam wilayah pelaksanaan kebijakan sehingga memberikan pengaruh kepada seluruh variabel yang lain. Pada variabel ini beberapa dimensi memberikan hambatan pada implementasi PKSA, di lain pihak juga terdapat dimensi yang mendukung implementasi PKSA.
Program Kesejahteraan Sosial Anak was developed with a long-term perspective to respond challenges and attempt to realize of child social welfare rights-based. Also to encourage the change of parenting paradigm, support, and child protection which rely on family/parent and integrated strategies as well as diversity of fulfillment needs mechanism beneficiaries. This study took place in Semin District Gunungkidul Yogyakarta Province. Semin District has a much number of children with intelectual disability and the birth possibility of children with intelectual disability still high. Therefore majority PKSA in Semin District done for children with \\\"disabilities \\\". This research aims to describe general implementation of PKSA in Semin District Gunungkidul Yogyakarta and look at the factors that affect the implementation. To reviewing the research objectives, used qualitative research methods. To know the PKSA implementation, used an assessment of its performance. And tool that used for assess this policy implementation is the performance indicator, which in this PKSA performance in Semin District Gunungkidul are pretty well. It can be seen from the indicators achievement that almost run in line with the objectives to be achieved. To see the programs implementation in field, this research using a bottom-up approach that emphasizes the fact that the implementation in field has flexibility in policy application. The model used in this research is a process or workflow model by Smith which is in implementation process there are four variables that need to be considered. That four variables are not independent, but is an integral and mutually influence and also interact mutually. Based on this research, that four variables can be implemented quite well. The first variable is interaction in implementing this program are seen through the quality and quantity of services. The second variable is target group as one of policy stakeholder which can adopt the interaction patterns and changed in accordance with the policy objectives. The third variable is implementing organization which has a dominant role in the program implementation. This variable focus on the organizational capacity to implement PKSA. The last variable is environmental factors that have big influence on value and context of policy implementation so its give effect to other variables. On these variables, several dimensions become a barrier to PKSA implementation, on the other hand there is also some dimension that supports the PKSA implementation.
Kata Kunci : PKSA, implementasi, indikator, proses