Pengaruh Latihan Pasrah Diri Terhadap Perbaikan Fungsi Paru Penderita Penyakit Paru Obstruksi Kronik Dengan Gejala Depresi
dr. Marselino Richardo, dr. Agus Siswanto, SpPD-K-Psi.
2013 | Tesis | S2 Ked.Klinik/MS-PPDSLatar Belakang. Penyakit paru obstruksi kronik akan menyebabkan timbul keterbatasan fisik, kelemahan otot pernapasan, sering mengalami eksaserbasi akut , keterbatasan emosi dan sosial sehingga menimbulkan gejala depresi dan penurunan fungsi paru terus-menerus.Latihan pasrah diri merupakan suatu cara yang memadukan antara relaksasi dan dzikir diharapkan mampu memperbaiki gejala depresi. Tujuan. Untuk mengetahui perubahan ke arah perbaikan fungsi paru penderita PPOK yang juga menderita depresi setelah menjalani latihan pasrah diri. Metode. Penelitian ini menggunakan rancangan pretest and posttest only experimental design. Tempat dan waktu penelitian dilakukan di poliklinik paru RS dr. Sardjito Yogyakarta dan BP4 Kota Yogyakarta. Uji statistik Shapiro-Wilk dipilih untuk menilai normalitas dari distribusi data. Variabel data dengan distribusi normal selanjutnya diuji dengan uji t berpasangan. Perbedaan dianggap bermakna bila p < 0,05 dengan interval kepercayaan 95%. Hasil. Rerata skor BDI sesudah latihan LPD membaik secara bermakna (18 (10-37) vs 9.5 (3-30), p <0.001). Rerata nilai FEV1 % prediksi sesudah latihan LPD meningkat secara bermakna dibandingkan sebelum LPD (51.1±16.41% vs 78.40±25.89%, p = 0.001). Rerata nilai FVC % prediksi meningkat secara bermakna dibandingkan sebelum LPD (47.90±17.34% vs 75.70±23.04%, p <0.001). Simpulan. Latihan pasrah diri yang dilakukan secara teratur 2 kali perhari selama minimal 21 hari berturut-turut dapat membantu memperbaiki fungsi paru pasien PPOK dengan gejala depresi.
Background. Chronic obstructive pulmonary disease (COPD) can casually affect phyisical activity limitation, respiratory muscle impairment, frequent acute exacerbation, emotional and sosial limitation with the result that depression symptoms and reduce in pulmonary function continuously. Latihan pasrah diri (LPD) is a method that combines the relaxation and dzikir (relaxation and repetitive player), where the onset of the relaxation response is expected improve depression symptoms. Objective. To find the effect of change to improvement pulmonary function after conducting Latihan pasrah diri in patients with COPD with depression symptoms. Methods. Pretest and posttest only experimental desing research was conducted in patients with COPD in pulmonary clinic dr. Sardjito Hospital Yogyakarta and BP4 clinic Kota Yogyakarta. Shapiro-Wilk test was tested to evaluate data distribution. Data variable with normal distribution was tested by paired t test. Differences were considered significant if p value <0.05 with 95% confidence intervals. Results. The mean BDI score after 21 days LPD improved significantly (18 (10-37) vs 9.5 (3-30), p <0.001). The mean FEV1 % predicted value after 21 days LPD improved significantly (51.1±16.41% vs 78.40±25.89%, p = 0.001). The mean FVC % predicted value improved significantly after 21 days LPD (47.90±17.34% vs 75.70±23.04%, p <0.001). Conclusion. Latihan pasrah diri 2 times a day in at least 21 consecutive days LPD can improve depression symptoms and pulmonary function in COPD patients with depressive symptomps.
Kata Kunci : PPOK, Latihan Pasrah Diri, FEV1, FVC