Laporkan Masalah

KEMAMPUAN LEMBAGA USAHA EKONOMI PEDESAAN DALAM MENYERAP PRODUKSI PADI (STUDI IMPLEMENTASI PROGRAM DANA PENGUATAN MODAL LEMBAGA USAHA EKONOMI PEDESAAN (DPM-LUEP) TAHUN 2010 DAN 2011 DI KABUPATEN SLEMAN)

YEKTI DWI ANDAYATI, Prof. Dr. Warsito Utomo

2013 | Tesis | S2 Magister Administrasi Publik

Program Dana Penguatan Modal Lembaga Usaha Ekonomi Pedesaan (DPM LUEP) diluncurkan dengan tujuan agar LUEP dapat membeli gabah petani sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP), sehingga petani memperoleh pendapatan yang wajar. Dalam kaitannya dengan peningkatan kesejahteraan petani, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan LUEP dalam menyerap (membeli) gabah petani menggunakan dana penguatan modal yang diterima. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan unit analisis data menggunakan teknik sampel bertujuan (purposive sample). Penelitian ini difokuskan pada dana penguatan modal LUEP pada tahun anggaran 2010 dan 2011 di Kecamatan Kalasan Kabupaten Sleman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program DPM LUEP di Kecamatan Kalasan, jika dilihat dari sisi ketepatan kelompok sasarannya, maka sudah tepat karena yang mendapat dana penguatan modal tersebut adalah LUEP yang telah memenuhi kriteria (persyaratan) yang telah ditetapkan. Dari sisi ketepatan penggunaan dana oleh LUEP juga sudah tepat, yaitu untuk pembelian gabah petani. Sedangkan dari sisi kemampuan LUEP menyerap (membeli) gabah petani menggunakan dana penguatan modal yang diterima, masih rendah, hanya mampu menyerap gabah petani pada kisaran 41,98 persen pada tahun 2010 dan 2011 sekitar 42,30 persen. Faktor yang mempengaruhi kemampuan LUEP untuk menyerap (membeli) gabah dari petani adalah sumber dana, alokasi dana yang tersedia, kuantitas, dan frekuensi dana penguatan modal yang diterima. Sumber dana dari Pemerintah Daerah berupa dana penguatan modal alokasinya sangat rendah (kuantitas dana penguatan modal yang diterima kecil).

The Strengthening Capital Fund Program of The Business Institution of Rural Economy was launched with the goal of keeping The Business Institution of Rural Economy can buy grain farmers in accordance with the government's purchase price, so farmers earn a reasonable income. In relation to improving the welfare of farmers, this research aims to know the ability of The Business Institution of Rural Economy in absorbing ( buy ) grain farmers use the strengthening capital fund that is received. This research use qualitative approach, with technical data of interview, observation, and documentation. While, data analysis unit using the purposive sample technique. This research is focused on Strengthening Capital Fund of The Business Institution of Rural Economy in fiscal year 2010 and 2011 in Kalasan District, Sleman Regency. The result showed that The Strengthening Capital Fund Program of The Business Institution of Rural Economy in Kalasan District, if viewed from the side of exactness target group is appropriate because strengthening capital fund recipient is the appropriate criterion. The precision of the use of funds by The Business Institution of Rural Economy also been appropriate, namely for the purchase of grain farmers. Meanwhile, from the capability of absorbing grain farmers use the strengthening capital fund is still low only capable of absorbing grain farmers around 41,98 percent in 2010 and 2011 about 42,30 percent. Factors affecting the ability of The Business Institution of Rural Economy to absorb grain from farmers is allocation of the strengthening capital fund is very low.

Kata Kunci : dana penguatan modal, LUEP, kemampuan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.