Laporkan Masalah

Partisipasi Masyarakat Dalam Penanggulangan Kemiskinan ( Studi Kasus Pada PNPM-MP Di BKM “ Tri Daya Waru Mandiri” Kelurahaan Karangwaru Kota Yogyakarta )

HERAWATI, DRA, Dr. Agus Pramusinto, MDA.

2013 | Tesis | S2 Magister Adm. Publik

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui partisipasi masyarakat dalam penanggulangan kemiskinan melalui PNPM-MP. Sebagaimana tujuannya peneliti ingin mefokuskan melihat bagaimana partisipasi masyarakat di imlementasikan dalam program pembangunan partisipatif. Untuk itu penulis membatasi obyek penelitian pada Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) dan Unit Pengelola Kegiatan serta Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dengan menggambarkan perbedaan tingkat partisipasi masyarakat dalam KSM. Obyek penelitian adalah BKM “Tridaya Waru Mandiri” di Kalurahan Karangwaru Kota Yogyakarta yang telah menerima dana bantuan langsung masyarakat (BLM). Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif melalui wawancara mendalam dengan berbagai informan dengan berbagai analisa data sekundair. Dari hasil penelitian memperlihatkan bahwa pelaksanaan PNPM-MP yang dilakukan BKM “Tri Daya Waru Mandiri” melalui kegiatan UPL,UPS dan UPK dapat berjalan dengan baik sesuai dengan tujuan, namun demikian masih mengalami kendala yaitu sebagian kecil warga yang malas dan perilaku yang tidak ada semangat berusaha, rendahnya kesadaran sebagian masyarakat akan arti penting usaha penanggulangan kemiskinan dan rendahnya kesadaran sebagian masyarakat akan tanggung jawab bersama untuk melaksanakan kewajiban, sehingga mengakibatkan sebagian penerima program tidak mampu mengembangkan KSM nya secara maksimal. Implikasi lain adalah munculnya konflik menjadikan kelompok tidak berkembang secara bersama. Hasil penelitian juga menunjukkan terdapat perbedaan tingkat partisipasi masyarakat pada kedua KSM, meskipun pada awalnya kedua KSM tersebut mempunyai kondisi dan kualitas yang relatif sama. KSM Anggrek termasuk KSM yang mandiri sedangkan KSM Makmur Jaya termasuk KSM tumbuh. Perbedaan tingkat pencapaian tersebut mengindikasikan perbedaan tingkat partisipasi yang dialami oleh KSM dalam perkembangannya, yang dipengaruhi oleh beberapa faktor. Oleh karena itu penulis merekomendasikan kepada pemerintah sebagai pihak yang menyampaikan program PNPM-MP tidak hanya membangun hubungan dalam rangka hubungan administratif saja, tetapi juga dalam rangka hubungan pelaksanaan program dengan masyarakat. BKM sebagai pelaksana program agar kedepan lebih memperhatikan proses seleksi penerima terutama faktor kriteria calon penerima program dapat berjalan dengan baik dan tepat sasaran. Selain itu perlunya ditetapkan suatu mekanisme untuk meminta per tanggungjawaban kelompok penerima manfaat program, termasuk menetapkan sanksi jika terjadi program yang tidak berjalan sesuai ketentuan. Hal ini di maksudkan untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan dana program pada masyarakat, meningkatkan jaminan keberhasilan program dalam memperbaiki kualitas hidup masyarakat dan sekaligus meningkatkan pencapaian kinerja atas suatu program.

This research was animed two know society’s participation in the poverty tackling through PNPM-MP. As the aim researcher wants to focus on seeing how the society’s participation inplemented in participative building program. Therefore, the researcher limits obyects on Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) and Unit Pengelola Kegitan and also Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) by explaining the level difference of society’s participation in KSM. The researcher was obyect Badan Keswadayaan Masyarakat BKM “Tridaya Waru Mandiri” in Kelurahan Karangwaru, Yogyakarta. That has been rceived Bantuan Langsung Masyarakat (BLM). This research was using qualitative method through indepth interview with some informants, and analysis technique utilized was secondary data processing. From the research results, it showed that the implementation of PNMP Mandiri done by BKM “Tri Daya Waru Mandiri” through UPL, UPS, and UPK activity could run well as its purposes, however there were still many obstacles which were less know society are lazy and had ni spirit of effort and the low most society awarness about responsibility to implement duty, so it caused some program receivers were not able to develop KSM maximally. The other impication was the raise of conflic to make the group for not developing together. The research results indicated that there was difference of society participation level both KSM, Eventhough at the beginning both of them had relative some condition and quality. KSM Anggrek was independent KSM and KSM mMakmur Jaya was growing KSM. The difference of achievement level indicated the defferent participation level experienced by KSM in the development, caused by some factors. Therefore, the author recommended that the government as the party who conveyed PNMP-MP progran was not only to build administrative, but also program implementation relationship withtthe society. BKM as the program implementer should give more attantion to reciver selection process in the future ecspecially criteria factor of the candidates of program reciever to run well and meet the target. Besides, it should made a mechanism to ask responsibolity of program advantage reciver group, including to determine punishment if there was program that did not run well. It is aimed to prevent program for misuse in the society, improve program success asurance in reforming the society live quality and incrase performance achievement of a program.

Kata Kunci : Kemiskinan, partisipasi, BKM dan KSM


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.