PENGEMBANGAN MESIN CETAK BATIK CAP OTOMATIS BERKENDALI KOMPUTER
Suroso, Arief Wibisono, M.Sc, Ph.D.
2014 | Tesis | S2 Teknik IndustriProses pembuatan batik tradisional khususnya cap membutuhkan operator cap yang mempunyai ketrampilan khusus, persoalan penambahan kapasitas produk ketika terjadi jumlah pesanan muncul sedangkan jumlah tenaga operator yang tersedia tidak banyak sehingga dapat menimbulkan permasalahan pada kapasitas produksi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan dapat mengembangkan mesin cetak batik cap yang dapat melakukan pengecapan pada batik cap secara otomatis dengan berkendali komputer. Metode Quality Function Deployment (QFD) digunakan dalam penelitian ini, yaitu menggunakan hasil kuesioner untuk mengembangkan tahapan-tahapan pada metode QFD. Hasil kuesioner yang telah diperoleh dari responden, dilakukan pengujian statistik yang selanjutnya sebagai data untuk voice of customer guna membangun tahapan-tahapan QFD berikutnya, mulai dari rumah kualitas (House of Quality) sampai dengan Matrik Perencanaan Produksi. Hasil dari penelitian adalah kriteria- kriteria matrik dari QFD yang dipergunakan untuk pembuatan prototype mesin. Kemudian dilakukan pengujian prototype mesin, dengan hasil waktu untuk gerak pengecapan sepanjang 1 meter diselesaikan dalam 6,31 menit dengan rerata ketelitian pada gerak terjauh 2,1 mm, perbedaan ketebalan pengecapan rata-rata 0,5 mm, dan proses pemberian warna pada kain yang telah cap menghasilkan patra batik yang tampak jelas. Kata kunci : pengembangan mesin, batik cap, QFD, pembuatan prototype.
The process of traditional batik making, especially batik cap, needs operator processing special skills, at the time of adding capacity as demand orders, while there are not many available operators, so that this may result in production capacity problems. This study was conducted to develop a batik cap printing machine capable of making batik cap automatically with computer control. The Quality Function Development (QFD) method in this study used questionnaire results to develop its stages. The questionnaire results from the respondents were statistically tested and were then used as the data for the Voice of Customer to establish the next QFD stages, from the House of Quality to the Production Planning Matrix. The results of the study were matrix criteria from QFD used to make the machine prototype. Then, the machine prototype testing was carried out, and the result was that the time for 1 meter printing movement was 6,31 minutes with an average accuracy of the longest movement of 2,1 mm, average differences in thickness cap printing 0,5 mm, and process of color on batik cloth successfully well colored. Keyword: machine development, batik cap, QFD, prototype making
Kata Kunci : pengembangan mesin, batik cap, QFD, pembuatan prototype