Laporkan Masalah

TERAPI “AKU BISA DAN AKU BERANI” UNTUK MENINGKATKAN KOMUNIKASI VERBAL DAN NONVERBAL PADA ANAK MUTISME SELEKTIF

ELY PUSPITASARI, Prof. Dr. M. Noor Rochman Hadjam, Psi

2013 | Tesis | S2 Magister Profesi Psikologi

Kejadian Mutisme Selektif (kegagalan yang konsisten dalam berbicara pada situasi sosial tertentu) biasanya baru ditemui pada anak-anak usia sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan komunikasi verbal dan nonverbal anak Mutisme Selektif pada situasi sosial seperti di sekolah dan di lingkungan sekitar rumah. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen single case A-B-A dengan 4 kali pengukuran variabel, masing-masing sebelum intervensi, intervensi, sesudah intervensi dan tindak lanjut. Karakteristik subjek yang dipilih adalah subjek telah didiagnosa Mutisme Selektif, berjenis kelamin perempuan dan duduk di Sekolah Dasar. Subjek mendapatkan 11 sesi terapi perilaku dengan metode shaping, pengukuhan positif dan stimulus fading yang dikemas dalam Terapi “Aku Bisa dan Aku Berani”. Pengukuran dilakukan melalui observasi dan wawancara (pada orang tua dan guru kelas). Pertanyaan penelitian yang diajukan dalam penelitian ini adalah apakah terapi “Aku Bisa dan Aku Berani” dapat meningkatkan komunikasi verbal dan nonverbal anak Mutisme Selektif dalam situasi sosial? Pertanyaan penelitian diuji dengan menggunakan teknik inspeksi visual dan analisis kualitatif berdasarkan dokumen yang diperoleh selama proses terapi yaitu verbatim wawancara dan catatan observasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perkembangan dalam komunikasi verbal dan nonverbal kepada terapis dan teman sebaya di lingkungan rumah, namun belum ada peningkatan dalam komunikasi verbal dan nonverbal kepada guru di sekolah.

Selective Mutism (consistent failure to speak in specific social situations) usually found in children at school age. This study aims to improve the children verbal and nonverbal communication in social situations when they are at school and in the neighborhood. This study uses a single case ABA experiment with 4 times measurement of variables, which are pre-intervention, intervention, post-intervention and follow-up. Characteristics of the chosen subject are the subject had been diagnosed Selective Mutism, female, and studying at elementary school. Subjects received 11 sessions of behavior therapy with shaping method, positive reinforcement and fading stimulus, all are packaged in \\\"Aku Bisa dan Aku Berani\\\" Therapy. Measurements were made through observation and interviews (with parents and classroom teachers). Research questions posed in this study is whether the \\\"Aku Bisa dan Aku Berani\\\" therapy can improve verbal and nonverbal communication of Selective Mutism child in their social situations? The research question was tested by using visual inspection and qualitative analysis based on documents obtained during the therapy process (verbatim interviews and observation notes). The results showed there were developments in verbal and nonverbal communication to therapist and peers in the neighborhood, but there is no improvement in verbal and nonverbal communication to teacher at school.

Kata Kunci : Mutisme Selektif, Anak Sekolah Dasar, Komunikasi Verbal dan Nonverbal, Terapi “Aku Bisa dan Aku Berani”.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.