FAKTOR-FAKTOR PEMBENTUK RUANG JALAN DI KAWASAN UBUD Studi Kasus: Penggal Jalan Raya Ubud (Perempatan Agung-Pertigaan Andong)
I Wayan Suweta Darma, ST, Ir. T. Yoyok Wahyu Subroto, M.Eng., Ph.D.
2013 | Tesis | S2 Desain Kawasan BinaanUbud merupakan kota kecil di Bali yang telah berkembang menjadi magnet pariwisata dunia. Keteguhan masyarakat untuk melestarikan tradisi menjadi salah satu kekuatan dan daya tarik yang mewarnai seluruh aktivitas masyarakat, termasuk dalam bidang pembangunan perkotaan. Ubud yang semula merupakan kawasan pertanian berkembang menjadi destinasi unggulan pariwisata dan pusat perdagangan dan jasa. Pertumbuhan kawasan jalan raya Ubud tidak terlepas dari bangkitan aktivitas yang berada di sekitarnya. Kawasan Ubud didominasi oleh aktifitas perdagangan/komersial formal maupun informal, pertumbuhan kawasan yang berkarakter komersial tersebut berpengaruh terhadap keberadaan dan fungsi ruang jalan di kawasan Ubud. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor pembentuk ruang jalan di kawasan Ubud dengan mengambil studi kasus di penggal jalan raya Ubud, yakni dari perempatan agung Puri Ubud hingga pertigaan Andong. Lokasi ini dipilih karena disamping merupakan kawasan bangkitan aktivitas, juga secara kultural merupakan ruang ritual yang penggunaannya landasi dengan pemahaman kosmologi Agama Hindu. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini mencakup tentang variabel pembentuk ruang jalan, yang meliputi elemen pembentuk “dinding†jalan, elemen pembentuk “lantai†jalan dan elemen pembentuk “atap†jalan. Faktor-faktor pembentuk disimpulkan dari kecenderungan yang terjadi dari kondisi eksisting yang dihadapi dengan menggunakan pendekatan typologi sebagai cara untuk mengklasifikasi kesamaan dan perbedaan di masing-masing elemen. Penelitian ini menemukan kesimpulan bahwa faktor pembentuk ruang jalan di jalan raya Ubud terdiri atas bangunan dan pengisi ruang jalan (signage jenis berdiri diatas tanah, street furniture yang berupa tiang jaringan utilitas dan vegetasi). Dimana elemen pembentuk ruang jalan di jalan raya Ubud masih belum menunjukkan adanya keteraturan baik dari segi perletakkan, sebaran maupun ketinggian, terutama untuk faktor pembentuk ruang yang berupa bangunan, signage, vegetasi yang secara tidak langsung juga belum menunjukkan identitas suatu wilayah.
-
Kata Kunci : -