Laporkan Masalah

EVALUASI PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN BERPUSAT PADA MAHASISWA (STUDENT CENTERED LEARNING) PADA PROGRAM STUDI ILMU GIZI FKM UNHAS

AMINUDDIN, dr. Gandes Retno Rahayu, M.Med.Ed, Ph.D.

2013 | Tesis | S2 Ilmu Pendidikan Kedokteran

Latarbelakang: Pergeseran pendekatan dari pengajaran ke pembelajaran mengharuskan mahasiswa lebih mengambil inisiatif untuk belajar, sedangkan dosen hanya berfungsi sebagai fasilitator saja. Hal ini mengharuskan dosen untuk mampu mengelola kegiatan pembelajaran dengan baik. Untuk membantu para dosen sangat perlu mengetahui beberapa metode esensial pembelajaran yang berpusat pada pembelajar ( student centered learning) . Pengenalan model pembelajaran diharapkan dapat membantu dosen dalam memilih jenis metode pembelajaran yang paling sesuai untuk mencapai kompetensi pembelajaran yang ingin dicapai dari satu mata kuliah. Tujuan: Untuk mengetahui pengetahuan dosen, persepsi mahasiswa Program Studi Ilmu Gizi FKM Unhas angkatan 2008 dan 2009 dan tenaga kependididkan terhadap penerapan metode pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa (student centered learning) Metode: Penelitian ini dilakukan dengan mixed method (embedded design), penelitian kualitatif sebagai bagian dari penelitian kuantitatif) dengan penekanan utama pada penelitian kuantitatif dengan melibatkan seluruh mahasiswa angkatan 2008 dan 2009 yang terdaftar dan aktif mengikuti perkuliahan, dosen program studi ilmu gizi dan tenaga kependidikan FKM Unhas. Hasil: Ada 3 metode yang paling banyak dijawab benar oleh 54.5% responden yakni kelebihan metode small grup discussion, kelebihan cooperative learning dan kelemahan problem based learning. Sedangkan yang paling sedikit dijawab benar adalah kelebihan metode problem based learning yakni 4.5% responden.Tabel 4.2 Untuk pertanyaan terbuka, seperti pada Tabel 4.3 menggambarkan bahwa metode yang paling disukai oleh responden adalah small group 18.2%; studi kasus 18.2% dan PBL 13.6%. sedangakan metode SCL yang yang tidak disukai adalah cooperative learning dan discovery learning yakni masingmasing 13,6%. Pertanyaan ini sebenarnya adalah pertanyaan terbuka sehingga ada 27.3% responden tidak memberikan jawaban baik metode yang disukai maupun yang tidak disukai.Tabel 4.4. Di antara 15 pertanyaan yang diajukan kepada mahasiswa, ada 4 pertanyaan yang paling banyak dipersepsi positif yakni metode small group (95.2%); problem based learning (92.2%); discovery learning (91.7%) dan cooperative learning 91.1%). Sedangkan metode SCL yang dipersepsi negatif adalah discovery learning (17.9%). Untuk pertanyaan terbuka metode yang paling disukai dan tidak disukai menurut angkatan adalah 2008 memilih 3 jenis metode pembelajaran yang paling disukai yakni studi kasus ( 38.4%); metode kollaboratif (27.5%) dan metode PBL ( 15.4%). Sedangkan yang paling tidak disukai adalah metode kollaboratif (21.7%); role play (21.7%) dan small group (17.6%). Adapun angkatan 2009, yang paling disukai adalah metode kolaboratif, small group dan kooperatif, masing-masing (29.9%); (22.1%) dan (20.8%), sedangkan metode yang paling tidak sukai adalah masing-masing secara berturut-turut Project base ( 53.3%); role play ( 10.4%) dan Kooperatif dan kolaboratif masing-masing ( 9.1%). Umumnya informan mengetahui dan mendengar istilah SCL melalui persuratan, surat kabar kampus dan rapatrapat. Informan mengartikan SCL dengan pembelajaran dengan komputer, ruangan kecil atau semacam FGD. Dalam hal manfaat SCL, informan mengartikannya sangat variatif seperti mengembangkan potensi dan motivasi mahasiswa’;’mahasiswa lebih aktif mencari dan menerima’ memberikan peluang kepada mahasiswa untuk lebih banyak sumber yang diperoleh, memudahkan mahasisswa untuk mencari materi perkuliahan, mahasiswa lebih serius dalam mata kuliahnya’ mahasiswa lebih aktif dalam kuliah’, mahasiswa semakin mandiri’. Upaya yang dilakukan untuk pelaksanaan SCL, menurut informan adalah’memfasilitasi, penyediaan ruangan, alat peraga dan LCD; memperlancar proses administrasi; memantau dan monitoring, memasukkan topik bahasan dan on time dalam pelaksanaan perkuliahan dan memperbaiki mental.

Background: Shifting method from teaching to learning approaches require students to take the initiative to learn more, while academic staff only acts as a facilitator and requires them to be able to manage learning activities well. Thus it is necessary for them to know several methods of essential student centered learning so they can select the most suitable type of learning method to achieve the learning competencies from a single subject. Objective: To determine academic staff knowledge, students of Nutrition Department, Faculty of Public Health class of 2008 and 2009 and supporting staff’s knowledge about student learning centered method. Method: This research was conducted with the mixed method (embedded design, qualitative research as part of the quantitative research) with a primary emphasis on quantitative research involving all students of class 2008 and 2009, who are still in the academic phase, academic staff of nutritional department and supporting staff of Faculty of Public Health, Hasanuddin University. Result: There are 3 methods most answered correctly by 54.5% of respondents that the advantages of using small group discussion, advantages of cooperative learning and problem based learning weaknesses. While the least correct answer is the advantage of problem-based learning method that is 4.5% respondents. Table 4.2 For open questions, Table 4.3 illustrates that the most preferred methods are small group of, 18.2%; case studies 18.2% and PBL 13.6%. While the least preferred methods are cooperative learning and discovery learning 13.6%, respectively. This question is actually an open question so there were 27.3% of the respondents that did not answer; the preferred method or not. Table4.4 Among the15 questions posed to the students, there are four questions most positively perceived which are the of small group method (95.2%), problem based learning (92.2%); discovery learning (91.7%) and cooperative learning (91.1%). While the most negative perceived method is discovery learning (17.9%). For open-questions and the most preferred method is not preferred by class of 2008 are 3 types of method most preferred which are learning the case studies (38.4%); collaborated method (27.5%) and the PBL method (15.4%). While the most disliked methods are collaborated method (21.7%), role play(21.7%) and small group (17.6%). As for the class of 2009, the most preferred methods are collaborative, small group and cooperative method, (29.9%) (22.1%) and (20.8%) respectively, while most methods least preffered are project base (53.3%), role play(10.4%) and the cooperative and collaborative method (9.1%). Respondents generally knew and heard the term SCL through correspondence, newspaper and faculty meetings. Respondents define SCL as learning with computers, in small rooms or some sort of FGD. In terms of the benefits of SCL respondents define it variously; to develop the potential and motivation of students, students more actively seek and accept; provide opportunities for students to obtain more sources, students find it easier to find lecture material\\\"; student is more serious in his courses \\\"; students more active in the lecture\\\"; students are more selfsufficient \\\". Efforts made for the implementation of the SCL, according to informant sare facilitating room equipments, props andLCD; expedite the administrative process; monitoring, inserting topics, and being on time in the implementation of lecturers and improvementals of academic staff.

Kata Kunci : pengetahuan dosen, persepsi mahasiswa dan tenaga kependidikan SCL


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.