PERBEDAANWAKTU TRANSPORMUKOSILIARHIDUNG PEKERJASTASIUNPENGISIANBAHAN BAKAR UMUM (SPBU) DIBANDINGBUKAN PEKERJASPBU
Didit Yudhanto, Dr. dr. Bambang Udji Djoko Riyanto, Sp.THT-KL(K)., M.Kes.
2013 | Tesis | S2 Ilmu Penyakit THTLatar belakang: Hidung secara fisiologis berfungsi sebagai pertahanan lini pertama pada saluran nafas terhadap polutan. Transpor mukosiliar hidung merupakan salah satu faktor dalam pertahanan tersebut. Paparan mukosa hidung terhadap uap bensin yang merupakan senyawa iritan menyebabkan hiper-reaktifitas membran mukosa dan terjadinya inflamasi pada mukosa hidung. Adanya hiper-reaktifitas dan inflamasi mukosa hidung ini akan mengganggu transpor mukosiliar hidung. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui bukti medis perbedaan waktu transpor mukosiliar hidung pekerja stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dibanding bukan pekerja SPBU. Metode: Penelitian ini menggunakan rancang penelitian potong lintang (cross sectional). Subjek penelitian diambil secara acak dari operator SPBU di Kota Yogyakarta sebagai kelompok terpajan dan bukan pekerjaSPBU sebagai tidak terpajan dan pembanding. Jumlah subjek masing-masing kelompok terpajan dan tidak terpajan sebanyak 34 subjek. Pengukuran waktu transpor mukosiliar hidung menggunakan uji sakarin. Analisis statistik untuk mengetahui perbedaan rerata waktu transpor mukosiliar antar kelompok digunakan uji t-independent atau uji Mann-Whitne U sebagai alternatif dan analisis lebih lanjut waktu transpor mukosiliar bersama variabel bebas lainnya dianalisis dengan regresi linier. Hasil: Penelitian ini mendapatkan hasil rerata tranpor mukosiliar hidung kelompok terpajan 12,74 menit (SD±5,57) dengan rentang 6,10-28,65 menit dan nilai rerata kelompok tidak terpajan 7,8 menit (SD±2,03) dengan rentang 3,50-11,35 menit. Terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik rerata waktu transpor mukosiliar hidung kelompok terpajan dibanding kelompok tidak terpajan. Kesimpulan: Terdapat perbedaan waktu transpor mukosiliar hidung pada pekerja SPBU dibanding bukan pekerja SPBU.
Background: The nose is the first line of nasal passage defense against air pollutants. The nasal mucociliary transport is one of the nasal passage defense mechanism. Direct expose to gasoline, an irritant agent, can induce hyper-reactivity and inflammation of nasal mucous membrane. Those processes will interfere the nasal mucociliary transport time. Purpose: The purpose of this study is to know the difference medical evidence between nasal mucociliary transport time of gasoline station workers and none gasoline station workers. Method: This study used cross sectional design, with 34 subjects in each group, gasoline exposed group and none gasoline exposed group. The saccharine test was carried out to measure nasal mucociliary transport time in both of group. Statistical analysis tindependent test or Mann-Whitney U test was used to analyze the difference of nasal mucociliary transport time between each group, and linear regression was used for further analysis. Result: The mean of nasal mucociliary transport time in gasoline exposed group was 12,74 minute (SD±5,57), range 6,10 – 28,65 minute and in none exposed group was 7,8 minute (SD±2,03), range 3,50 – 11,35 minute. There was statistically significant difference of nasal mucociliary transport time between gasoline exposed group and none gasoline exposed group. Conclusion: There is statistically significant difference of nasal mucociliary transport time between gasoline station workers and none gasoline station workers.
Kata Kunci : uap bensin, waktu transpor mukosiliar hidung, pekerja SPBU