Laporkan Masalah

PERBEDAAN RENAL CORTIKAL INDEX PADA PENDERITA DIABETES MELITUSTIPE 2 DIBANDINGKAN PADA ORANG NORMAL

Vitri Brilyantina, dr. Sudarmanta, Sp.Rad (K)

2013 | Tesis | S2 Ked.Klinik/MS-PPDS

Latar Belakang : Diabetes mellitus merupakan penyakit heterogen yang serius yang ditandai oleh peningkatankadar glukosa darah kronik. Diabetes mellitus dapat mengakibatkan komplikasi mikrovaskulerberupa nefropati diabetika yang dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas gagal ginjal kronis. Ultrasonografi merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk menilai morfologi ginjal, yang mempunyai sensitifitas dan spesifisitas cukup tinggi, yaitu berturut-turut 91,7% dan 88,5%. Penelitian ini bertujuan untuk menilai perbedaan renal cortical indexginjal pada penderita DM tipe 2 dengan orang normal. Bahan dan Cara: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Subyek penelitian adalah 31 pasien diabetes melitus tipe 2 serta 31 subyek orang normal, yang memenuhi syarat kriteria inklusi dan eksklusi, yang secara sukarela bersedia menjalani pengukuran ketebalan parenkim ginjal dengan ultrasonografi B-mode resolusi 3,5-5 MHz di Instalasi Radiologi RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta pada bulan April 2013. Data yang terkumpulkemudian diolah dengan analisis statistikuji t tidak berpasangan. Untuk melihat hubungan faktor-faktorrisiko selain diabetes melitus dengan renal cortical index dilakukananalisis multivariat menggunakan analisis regresi linier. Renal cortical indexpada penderita diabetes melitus tipe 2 diperkirakan secara signifikan lebih besar dibanding orang normal. Hasil dan pembahasan :Penelitian ini menunjukan terdapat perbedaan renal cortical indexpada penderita diabetes melitus terjadinya penipisan yang cukup signifikan pada cortex renal dibandingkan dengan orang normal. Nilai RCI pada dewasa sehat 0,35±0,05 nilai lebih dari 0,4±0,03 dinyatakan sebagai abnormal. Renal cortical indexyang besar menandakan adanya perubahan arteriola afferentdan efferent akibat obstruksi aliran darah ginjal terjadi iskemik dan hipoksik iskemi dan nekrosis papilari renal yang mengakibatkan peningkatan RCI. Kesimpulan : Terdapat perbedaan yang signifikan besar RCI pada penderita diabetes melitus tipe 2 dibandingkan orang normal. Nilai RCI penderita DM tipe 2 signifikan lebih besar dibandingkan orang normal. Analisa multivariate regrsi liniaer menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antaralama menderita DM, GDP,umur dan status DM.

Background :Diabetes mellitus is a serious heterogeneous disease characterized by chronic blood glucose increase. Diabetes mellitus can lead to diabetic nephropathy, a microvascular complication, that may increase morbidity and mortality due to chronic renal failure. Ultrasound is one of several methods used to assess renal morphology with a quite high sensitivity and specificity, respectively 91.7% and 88.5%. This study tried to evaluate and analyze the renal cortical index of the renal between type 2 diabetes mellitus patients and normal individu. Methods : This was a crosss sectional analitic observational study. The subjects consisted of 31 type 2 diabetes mellitus patients and 31 non-diabetic subjects who volunteered to be examined with 3,5-5 MHz resolution B-mode US in Radiology Department of Dr. Sardjito General Hospital, in April 2013. Collected data wereproccessed and statistically analyzed using unpaired t test. Correlation between risk factors, other than diabetes mellitus, and renal cortical index were analyzed using multivariate linear regresion analysis. Renal cortical index in the type 2 diabetic patients expected to be significantly greater than normal individu. Results and discution :This study shows there are differences in renal cortical index in patients with diabetes mellitus occurrence ofsignificant thinning of the renal cortex compared to normal people. RCI values in healthy adults of 0.35 ± 0.05 over the value of 0.4 ± 0.03 expressed as abnormal. Renal cortical index indicates that large changes in afferent and efferent arterioles due to obstruction of blood flow and hypoxic ischemic renal ischemia occurs and renal papillary necrosis resulting in an increase in RCI. Conclusions :There are significant differences depletion of RCI in patients with type 2 diabetes compared to normal people. RCI value of type 2 diabetic patients significantly higher than non-diabetic patients. Multivariate analysis showed regrsiliniaer a significant correlation between the long-suffering DM, GDP, age and diabetes status.

Kata Kunci : Nefropati diabetika, Renal CorticalIndex, diabetes melitus, komplikasi mikrovaskular.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.