PENGARUH PENGAWETAN KAYU DENGAN BAHAN PENGAWET ASAP CAIR DARI LIMBAH KAYU JATI ( TECTONA GRANDIS L.F) TERHADAP SIFAT FISIK DAN SIFAT MEKANIK KAYU SENGON (PARASERIANTHES FALCATERIA (L.) NIELSEN)
RAISHA NOORFITHRIANI, Indra Perdana, S.T., M.T., Ph.D
2015 | Tesis | S2 Mag.Sistem TeknikSalah satu jenis kayu yang termasuk kayu cepat tumbuh adalah kayu sengon (Paraserianthes falcateria (L.) Nielsen). Kayu sengon ini termasuk kayu yang banyak dikenal dan cukup disukai oleh masyarakat, karena termasuk tanaman yang dapat tumbuh dengan cepat. Kayu sengon termasuk kayu kelas kuat cukup rendah (kelas kuat IV-V) dan kelas awet cukup rendah (kelas kuat IV-V), maka biasanya diberikan perlakuan pengawetan karena kayu sengon rentan terhadap serangan organisme perusak kayu seperti rayap dan jamur. Namun pada proses pengawetan kayu seringkali terjadi perubahan seperti penurunan kekuatan pada kayu yang diawetkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan pengawetan kayu terhadap kekuatan kayu berdasarkan berat jenis kayu, kuat lentur maksimum kayu, kuat tekan sejajar serat kayu dan kuat tarik sejajar serat kayu. Bahan pengawet yang digunakan adalah asap cair dari limbah kayu jati dengan konsentrasi 10%, 20%, 30% dan metode yang diaplikasikan adalah metode rendam dingin. Hasil perhitungan berat jenis kayu, kuat lentur maksimum, kuat tekan sejajar serat kayu dan kuat tarik sejajar serat kayu pada kayu sengon yang diawetkan menggunakan bahan pengawet asap cair dengan metode rendam dingin disimpulkan cenderung mengalami penurunan dan tidak mengalami peningkatan kelas kuat kayu menurut standar PUBI 1982. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi bahan pengawet asap cair berpengaruh secara nyata terhadap kuat tarik sejajar serat kayu pada bagian tengah dan ujung kayu tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap berat jenis kayu, kuat lentur maksimum kayu, kuat tekan sejajar serat kayu dan kuat tarik sejajar serat kayu (bagian pangkal kayu).
One of fast growing tree is Sengon (Paraserianthes falcateria (L.) Nielsen). Sengon is popular and well liked because it can grow fast. Sengon wood is classified as quite low in its strength (class IV-V) and durability (IV-V) therefore it is usually given preservation treatment since it is vulnerable to onslaught from wood destroying organisms such as termites and fungus. But the treatment process often also brings other changes such as reduced strength. The objective of this research is to determine the effects of wood preservation treatment to the strength of the wood based on its density, maximum bending strength, compression parallel to grain and tensile parallel to grain. The preservative used is liquid smoke from teak wood waste with 10%, 20% and 30% concentration using cold soak method application. The calculated density, maximum bending strength, compression parallel to grain and tensile parallel to grain of preserved Sengon wood using liquid smoke preservative and cold soak method is concluded to tend to be lower and does not show an improvement in wood strength class according to 1982 PUBI standard. The research shows that the concentration of the liquid smoke preservative material definitely affects the tensile parallel to grain at the middle and end part of the timber but has no discernable effect on the density, maximum bending strength, compression parallel to grain and compression parallel to grain (at the base of the timber).
Kata Kunci : asap cair, berat jenis kayu, kuat lentur maksimum, kuat tekan sejajar serat, kuat tarik sejajar serat