PEMODELAN TIGA DIMENSI (3-D) BAWAH PERMUKAAN BUMI DI SUBCEKUNGAN JAMBI PADA LAPANGAN “ZUHRO†BERDASARKAN ANALISIS DATA ANOMALI GRAVITASI
Nurul Dzakiya, Prof. Dr. H. Sismanto, M.Si
2013 | Tesis | S2 Ilmu FisikaLapangan “Zuhro†yang berada di Subcekungan Jambi merupakan daerah yang dikenal memiliki sedimen tebal. Sedimen ini prospek terdapat sumber daya alam khususnya minyak dan gas Bumi. Keberadaan sumber daya alam tersebut berhubungan dengan konfigurasi geologi di bawah permukaan Bumi. Studi bawah permukaan di daerah tersebut telah dilakukan dengan menganalisis data anomali gravitasi Bouguer lengkap (ABL) yang telah direduksi ke bidang datar. Anomali lokal dan regionalnya dipisahkan dengan metode kontinuasi ke atas. Anomali regional dimodelkan 3-D dengan menggunakan software Grablox dan Bloxer, sehingga kondisi bawah permukaan dapat digambarkan dari nilai densitas batuan sebagai fungsi kedalaman. Anomali rendah 118-130 mGal disebabkan oleh densitas 1,95-2,55 g/cm3 dengan tebal sekitar 5-6 km berupa batuan sedimen Kuarter. Anomali tinggi 132-140 mGal disebabkan oleh densitas batuan Tersier 2,67-2,75 g/cm3 berupa batuan granit dengan tebal sekitar 6-9 km dan 2,85-2,95 g/cm3 berupa batuan andesit dengan tebal sekitar 5-10 km. Keduanya diidentifikasi sebagai kerak atas dan kerak bawah yang semakin menebal ke Utara. Densitas lebih dari 3,00 g/cm3 berupa batuan basal di kedalaman lebih dari 25 km diidentifikasi sebagai mantel.
Gravity anomaly at “Zuhro†field in Jambi Subbasin has been analyzed to investigate geological configuration of its subsurface. Complete Bouguer anomaly has been projected to horizontal plane. Local and regional anomalies are separated by upward continuation method. Interpretation of regional anomalies with 3-D modelling uses Grablox and Bloxer software. Low anomaly with of value about 118- 130 mGal is caused by density of mass Quartery sediment (1,95-2,55 g/cm3) and the thickness about 5-6 km. High anomaly (132-140 mGal) is caused by density of mass Tertiary (2,67-2,75 g/cm3) consist of granit and andesit (2,85-2,95 g/cm3) which the thickness increase to the North is dentified by upper and lower crust. The thickness of upper crust is about 5-10 km and the lower crust is more than or equal of 10 km. Density more than 3,00 g/cm3 with basal is identified by mantle in depth more than 25 km.
Kata Kunci : Pemodelan 3-D, data gravitasi, anomali Bouguer lengkap, Subcekungan Jambi, Grablox, Bloxer