INTEGRASI DI KAWASAN STRATEGIS CAGAR BUDAYA BENTENG MALBOROUGH, BENGKULU
abdul hamid hakim, M. Sani Roychansyah, ST.,M.Eng.,D.Eng.
2013 | Tesis | S2 Teknik ArsitekturKawasan Strategis Cagar Budaya Benteng Malborough merupak salah satu kawasan yang menjadi tujuan pariwisata yang sangat penting di kota Bengkulu. Di dalam kawasan ini terdiri dari beberapa kawasan yaitu Kawasan Thomas Parr, Kawasan Pasar Baru Koto, Kawasan Pecinan, Kawasan Benteng Malborough dan Kawasan Tapak Paderi. Sebagai kesatuan sebuah kawasan strategis dalam konteks pariwisata dan memiliki keterkaitan dari perkembangan sejarah kota Bengkulu, seharusnya kawasan – kawasan ini dapat saling memberikan dukungan antara satu dengan yang lainnya. Tetapi kondisi saat ini, hanya kawasan Benteng Malborough dan Kawasan Tapak Paderi yang berkembang dengan baik, sementara kawasan – kawasan lainnya menunjukan kondisi sebaliknya. Oleh karena itu perlu dipikirkan bagaimana cara agar Kawasan Strategis Cagar Budaya Benteng Malborough dapat saling terintegrasi sehingga memberikan alternatif pilihan-pilihan wisata dan berdampak positif terhadap kemajuan perkembangan kota. Pada penelitian ini menggunakan metode campuran dari deduktif kualitatif dan deduktif kuantitatif . Proses pada penelitian membahas mengenai karakteristik untuk mengetahui karakter dasar yang terbentuk di dalam kawasan dengan menggunakan metode peneltian deduktif kualitatif dan membahas mengenai kuantitas integrasi yang terdapat di Kawasan Strategis Cagar Budaya Benteng Malborough dengan metode penelitian deduktif kuantitatif, hasil dari karakteristik dan kuantitas integrasi tersebut kemudian diolah untuk mendapatkan kesimpulan penelitian berupa konsep – konsep yang cocok diterapkan untuk mengintegrasikan Kawasan Strategis Cagar Budaya Benteng Malborough. Hasil dari penelitian ini berupa konsep – konsep yang dapat diterapkan guna mengintegrasikan kawasan – kawasan yang berada di dalam kawasan strategis cagar budaya benteng malborough.
The region of Strategic Cultural Heritage - Fort Malborough is one of area that is becoming a very important tourism destination in the city of Bengkulu. In this region consists of, Fort Malborough, Tapak Paderi (waterfront), Tapak Paderi (waterfront), Thomas Parr Monument, Baru Koto market, and Bengkulu – Chinatown. As the unity of a strategic region in the context of tourism development and has been linked from the historical of Bengkulu, supposed the region can provide mutual support to each other. But current conditions, only Fort Malborough and Tapak Paderi (waterfront) well developed, while the other regions show the opposite. It is therefore important to consider ways in which the region of Strategic Cultural Heritage - Fort Malborough be integrated with each other so as to provide alternative travel options and positive impact on the progress of the development of the city. In this study using a mixture of deductive - qualitative methods and deductive- quantitative methods. Qualitative deductive methods used in discussing the characteristics of the region of Strategic Cultural Heritage - Fort Malborough. While to determine the quantity of integration that occurred in the region used deductive - quantitative. The results of this research is the concepts that can be applied to integrate The region of Strategic Cultural Heritage - Fort Malborough.
Kata Kunci : Karakteristik, Integrasi Kawasan