Laporkan Masalah

PENGARUH JENIS EKSPLAN DAN KONSENTRASI BAP TERHADAP KEMAMPUAN REGENERASI BEBERAPA KULTIVAR TERUNG

ERNIWITAMA, Dr. Ir. Taryono, M.Sc.

2013 | Tesis | S2 Ilmu Pemuliaan Tanaman

Terung selain dimanfaatkan sebagai sayuran, juga digunakan sebagai antiradang dan antibakteri yang dapat menghambat perkembangan sel kanker, gangguan lambung dan saluran pernapasan. Tingginya nilai ekonomi terung mendorong banyak dilakukan perbaikan sifat agronomi baik secara konvensional maupun melalui pendekatan bioteknologi. Perbaikan sifat tanaman terung melalui budidaya jaringan saat ini telah banyak dilakukan, namun tingkat keberhasilan regenerasinya masih cukup rendah. Beberapa faktor yang mempengaruhi di antaranya kombinasi zat pengatur tumbuh yang diberikan, jenis eksplan dan genotipe yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis eksplan dan konsentrasi BAP pada regenerasi secara in vitro tujuh kultivar terung, yaitu Rimbang, Tanteloh, Limao, Hijau lokal Malang, Ungu lokal Malang, Pipit dan Antaboga. Penelitian dilakukan dengan percobaan laboratorium, menggunakan rancangan acak lengkap faktorial. Faktor pertama adalah jenis eksplan, yaitu eksplan daun dan eksplan epikotil. Faktor kedua adalah konsentrasi BAP, yaitu 1, 2 dan 3 mg/l BAP dan faktor ketiga adalah kultivar. Medium MS padat yang ditambah dengan 1, 2, dan 3 mg/l BAP digunakan untuk menumbuhkan tunas dan medium MS ditambah 1 mg/l IBA untuk induksi akar. Tiap perlakuan terdiri dari sepuluh botol medium yaitu lima botol ulangan untuk eksplan daun dan lima botol ulangan untuk eksplan epikotil. Masing-masing botol berisi lima eksplan sejenis. Seluruh botol perlakuan ditempatkan di ruang inkubasi pada suhu 25±10C dan panjang penyinaran menggunakan lampu 2800 lux selama 16 jam per hari. Pengamatan dimulai sejak duapuluh hari setelah eksplan ditanam, diamati setiap sepuluh hari sekali dan selesai dilakukan setelah delapan minggu proses in vitro berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan eksplan daun lebih tanggap dibanding eksplan epikotil. Eksplan daun yang ditanam pada medium yang mengandung 3 mg/l BAP menghasilkan jumlah tunas dan akar terbanyak. Rimbang menunjukkan tanggapan yang paling baik dibanding kultivar lainnya. Rimbang, Tanteloh dan Limao berhasil diaklimatisasi dan mampu tumbuh di lapangan hingga masa panen.

Eggplant usually was used not only as vegetable, but also for medical purposes because eggplant fruit contained an anti-inflammatory and antibacterial that can inhibit the cancer cells growth, gastritis and respiratory disorders. The high economic value of eggplant leads to many agronomic improvements either conventionally or through biotechnological approaches. This study aimed to evaluate the effect of explant types and BAP concentrations on the in vitro regeneration of seven eggplant cultivars. The treatments were arranged in completely randomized design with three factors. The first factor was explant types, that were leaf explant and epycotyl explant. The second factor was BAP concentrations, that were 1, 2 and 3 mg/l BAP, while the third factor was eggplant cultivars that were Rimbang, Tanteloh, Limao, Hijau lokal Malang, Ungu lokal Malang, Pipit dan Antaboga. The explants were cultured on MS solid medium supplemented with 1, 2 and 3 mgL-1 BAP. Medium containing 1 mgL-1 IBA was used for rooting of regenerated shoot. Cultures environment were 25±10C, 65% humidity, and 2800 lux of cool-white fluorescent light for 16 hours per day photoperiod. Data of morphological characters were collected every ten days during eight weeks after culturing. The result indicated that the leaf explants showed higher response than the epicotyl explants. Shoots formation indicated by swollen on the explants surface followed by emerging light green shoot. Leaf explants cultured on medium supplemented with 3 mgL-1 BAP showed the highest number of shoots and roots. Among the cultivars, Rimbang showed the best response than other cultivars. Rimbang, Tanteloh and Limao were acclimatized successfully and live until the harvest time.

Kata Kunci : kultivar terung, regenerasi in vitro, eksplan, zat pengatur tumbuh


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.