Laporkan Masalah

ANALISIS PENAWARAN DAN PERMINTAAN UBI KAYU DI INDONESIA

Tatang Suryadi, SP.,MP., Prof. Dr. Ir. Dwidjono Hadi Darwanto, MS.

2014 | Disertasi | S3 Ekonomi Pertanian

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi produksi poduktivitas dan luas areal ubi kayu di Indonesia beserta proyeksinya, untuk mengetahui faktor - faktor yang mengetahui penawaran dan permintaan ubi kayu untuk agroindustri ubi kayu di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data time series (rentan waktu) antara tahun 1971 - 2009. Data yang digunakan adalah data sekunder yaitu ubi kayu Indonesia dan dunia yang di ambil dari data Indonesia dan FAO. Metode analisis data menggunakan analisis tabel dan metode peramalan serta analaisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan produksi ubi kayu Indonesia sampai dengan tahun 2009 sebesar 22,039 (juta ton), dengan luas areal 1,176 (juta hektar) dengan produktivitas sebesar 187,5 (kuintal/ha). Proyeksi sampai dengan tahun 2020 untuk produksi sebesar 25,538 (juta/ton), 1,112 (juta/hektar) dengan produktivitas 253,9 (kuintal/hektar). Faktor - faktor yang mempengaruhi adalah produktifitas ubi kayu tahun lalu, luas areal tahun lalu, harga eceran ubi kayu, harga ubi kayu, harga preveneu gula, harga jagung dunia, luas areal jagung, produksi jagung tahun lalu, produksi agroindustri jagung, harga ubi kayu, stok ubi kayu akhir tahun, permintaan ubi kayu tahun lalu, harga impor Indonesia, harga impor Indonesia tahun lalu, harga dunia ubi kayu tahun lalu, ekspor ubi kayu dunia, ekspor ubi kayu Indonesia, dan ekspor ubi kayu negara lain, impor ubi kayu dunia, harga impor dunia, populasi dunia, impor ubi kayu Indonesia, impor ubi kayu dunia.

This research was conducted to find out the condition of productivity production and cassava land area in Indonesia as well as its projection, to find out factors affecting demand and supply of cassava for its agroindustry in Indonesia. Time data series were used between 1971 and 2009. Secondary data was used which was Indonesian and world’s cassava, taken primarily from Indonesia and FAO. Table analysis, projection method as well as regression analysis were used for its data analysis method.Research findings show that cassava production in Indonesia until 2009 comprised 22,039 (million tonnes), with its land area 1,176 (million hectares) having productivity of 187,5 (quintalls/hectare). It is projected that in 2020 its production will reach 25,538 (millions/tonnes), 1,112 (millions/hectares) with its production 253,9 (quintalls/hectares). Factors affecting are last year’s cassava productivity, its land area, cassava retail price, cassava price, sugar prevenue rice, the world’s corn price, corn’s land area, last year’s corn production, corn’s agroindustrial production, cassava price, the end year’s cassava stock, last year’s cassava demand, Indonesian import price, last year’s Indonesia import price, last year’s cassava price, the world’s cassava export, Indonesian cassava export and other countries’ cassava export, the world’s cassava import, the world’s import price, world population, Indonesian cassava import, the world’s cassava import.

Kata Kunci : Ubi kayu, Permintaan, Penawaran, Faktor - faktor permintaan dan penawaran, Cassava, demand, Supply, Demand and Supply Factors


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.