KAJIAN KUALITAS AIRTANAH UNTUK AIR MINUM PADA UNIT PERMUKIMAN DI DAS CELENG KABUPATEN BANTUL
ASPIAN NOOR, Dra. M. Widyastuti, M.T.
2013 | Skripsi | GEOGRAFIDAS Celeng terletak di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. DAS Celeng mencakup seluruh aspek baik hidrologis, klimatologis, geologis termasuk aspek sosial dan budaya. Penggunaan airtanah sangat dominan untuk aktivitas sehari-hari khususnya pada daerah permukiman di DAS Celeng Pemanfaatan airtanah berkaitan erat dengan kuantitas dan yang paling penting adalah kualitas airtanah untuk air minum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas airtanah untuk air minum pada tiap unit permukiman di DAS Celeng. Unit permukiman yang digunakan ialah kepadatan permukiman. Metode penelitian ini menggunakan metode stratified random sampling dalam pemilihan sampel airtanah untuk diuji kualitasnya. Pengujian kualitas airtanah yang dilakukan meliputi sifat fisika, kimia dan mikrobiologi airtanah. Pengujian dilakukan di lapangan menggunakan digital instrument dan uji laboratorium. Hasil pengujian kemudian dibandingkan dengan Pergub DIY nomor 20 tahun 2008 tentang Baku Mutu Air Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukan bahwa kualitas airtanah untuk air minum pada unit permukiman di DAS Celeng tidak sesuai untuk air minum. Sesuai dengan Pergub DIY nomor 20 tahun 2008 tentang Baku Mutu Air, parameter yang mempengaruhi antara lain adalah kandungan nitrat, fosfat dan coli total yang melebihi ambang batas baku mutu untuk air minum. Selain itu, rendahnya kadar dissolve oxygen (oksigen terlarut) dibawah batas baku mutu air kelas 1 untuk air minum. Faktor pencemar mempunyai konsentrasi paling tinggi di daerah dengan kepadatan permukiman rendah. Hal ini dipengaruhi oleh sanitasi lingkungan dan sistem pembuangan limbah domestik. Pembuangan limbah domestik pada daerah dengan kepadatan permukiman tinggi melalui saluran pembuangan yang mengarah ke sungai, sedangkan pada daerah dengan kepadatan permukiman rendah dan sedang, limbah rumah tangga dibuang langsung ke tanah sehingga limbah bisa masuk ke dalam sistem airtanah. Faktor pencemar yang dominan di DAS Celeng ialah nitrat (NO3), fosfat (PO4) dan coliform total. Kandungan nitrat dan fosfat di DAS Celeng melebihi batas Baku Mutu Air kelas 1 untuk air minum. Perlu dilakukan pengawasan terhadap kondisi kualitas airtanah khususnya tentang sanitasi dan pembuangan limbah domestik yang dapat merusak kualitas air untuk air minum.
Celeng Watershed, located in Bantul Regency, the Special Province of Yogyakarta (DIY Province), grows several aspects, viz. hydrologic, climatic, geologic, as well as social and cultural. Groundwater is predominantly used in daily activities especially is settlement area in Celeng. It is, then, significantly affects its quantity and, most importantly, its quality as drinking water. The purpose of this study was to determine the quality of groundwater for drinking water in each residential unit in the Celeng Watershed. The unit used was the density of settlement. This research used stratified random sampling method in selecting groundwater samples for quality analysis inc. physical, chemical, and microbiological parameters. It was conducted directly at the field using digital instrument and laboratory analysis. The test results were then compared with the Water Quality Standard of DIY Class 1 for drinking water. The results showed that the quality of groundwater for drinking water in residential units in the Celeng Watershed is not suitable for drinking water . In accordance with the gubernatorial DIY number 20 of 2008 on Water Quality Standards, the parameters which affect, among others, the content of nitrate, phosphate and total coli that exceeds quality standard limits for drinking water . In addition, low levels of dissolved oxygen below the water quality standard limits for drinking water grade 1. Factor has the highest concentration of pollutants in areas with a low density residential. It is influenced by environmental sanitation and domestic waste disposal system. Domestic sewage in regions with a high density of settlements through the sewer that leads to the river, while in areas with low and medium density residential, household waste is dumped directly into the ground so that the waste can get into the groundwater system. The dominant factor in the watershed pollutant boar is nitrate ( NO3 ), phosphate ( PO4 ) and total coliform . The content of nitrate and phosphate in the watershed exceeds the limit class 1 Water Quality Standard for drinking water. Necessary to supervise the condition of the groundwater quality in particular about sanitation and disposal of domestic waste that can impair water quality for drinking water.
Kata Kunci : airtanah, kualitas airtanah, permukiman, kepadatan permukiman, pencemaran airtanah