Laporkan Masalah

ANALISIS AKTUALISASI DIRI IPSSAK DALAM FILM “MADANGEUL NAON AMTHAK”: KAJIAN PSIKOLOGI HUMANISTIK ABRAHAM MASLOW

ANTIN IRSANTI, Yuni Wachid Asrori, S.S, M.A

2013 | Skripsi | BAHASA KOREA

Penelitian ini mengkaji tentang perjuangan tokoh Ipssak untuk meraih kehidupan yang diinginkannya dalam film Madangeul Naon Amthak (Leafie, A Hen Into The Wild). Ipssak adalah seekor ayam petelur yang tinggal di kandang peternakan. sebagai ayam petelur, Ipssak lebih sesuai tinggal di peternakan namun ia dengan berani memilih tinggal di alam bebas. Meskipun sulit dan banyak rintangan, Ipssak tetap semangat dan tidak menyerah untuk bisa tinggal di alam bebas. Teori yang digunakan untuk menganalisis tokoh utama film ini adalah aktualisasi diri Abraham Maslow. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan teori konsep diri. Teori adalah sebagai faktor pendukung tercapainya aktualisasi diri tokoh Ipssak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Ipssak dapat megaktualisasikan dirinya dengan memenuhi empat kebutuhan dasar dalam teori Abraham Maslow yaitu kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman, kebutuhan akan cinta dan kasih sayang, dan kebutuhan akan penghargaan. Ipssak juga memiliki ciri-ciri seseorang yang mengaktualisasikan diri seperti melihat hidup secara jernih, melakukan pekerjaan dengan baik, spontanitas dan kreativitas, memiliki konflik diri yang rendah, memiliki kemerdekaan psikologis, dan menikmati kehidupan pada umumnya dan praktis dalam segala aspeknya. Ipssak juga memiliki tiga dari empat ciri konsep diri positif yaitu yakin pada kemampuannya untuk menyelesaikan suatu masalah, merasa setara dengan orang lain dan menerima pujian tanpa rasa malu. Ipssak tidak memiliki konsep diri negatif. Hal tersebut membuatnya lebih mudah mencapai aktualisasi diri. Bentuk aktualisasi diri yang dicapai oleh Ipssak adalah ia dapat bertahan hidup di alam bebas dengan keterbatasan fisik yang dimilikinya. Ia berhasil bertanggung jawab atas dirinya, mampu menjadi sosok ibu yang baik bagi anaknya dan bisa berguna bagi orang lain.

This research examines the struggle of Ipssak’s life to figure out what she wants in the film “Madangeul Naon Amthak (Leafie, A Hen Into The Wild)”. Ipssak is a hen that used to live in the chicken farm. Although the chicken farm is her original habitat, Ipssak prefer to live in the nature than in the chicken farm. Eventhough living in the nature are difficult and danger, Ipssak won’t give up easily and keep fighting to survive in the nature. This research uses theory of Abraham Maslow's self-actualization. In addition, this research also uses the theory of self-concept as a supporting factor to achieve the self-actualization of Ipssak. The results of this research indicates that Ipssak can actualize herself by fulfilled the four basic needs of Abraham Maslow's theory which are physiological needs, safety needs, belongingness and love needs, and self-esteem needs. Ipssak also has the characteristics of self-actualizing person as she can see life clearly, devotes herself to her work or duties, has spontaneity and creativity, has low self conflict, has psychological independence, and simply enjoys life and practical in all aspects. Ipssak also has three out of four characteristics of a positive self-concept which are having a confidence to solve a problem, feeling equal to others and accepting praise without feeling embarrassed. Ipssak doesn’t have a negative selfconcept, so it makes her easier to reach self-actualization. The self-actualization which can be achieved by Ipssak is that she can survive in the nature with her physical limitations. She can manage to be responsible for herself, capable of being a good mother for her son and she can help another.

Kata Kunci : film, aktualisasi diri, konsep diri.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.