KESESUAIAN JENIS POHON PENYUSUN PADA JALUR HIJAU JALAN KAWASAN PERDAGANGAN DAN JASA DI KOTA CIREBON, JAWA BARAT
M. BAGUS HADI KUSUMO, Kaharuddin S.Hut., M.Si
2013 | Skripsi | KONSERV. SUMBER DAYA HUTANPenelitian kesesuaian jenis pohon penyusun jalur hijau di kawasan perdagangan dan jasa di Kota Cirebon dilakukan pada bulan Mei 2012 yang bertujuan untuk mengetahui komposisi dan tingkat kesesuaian jenis pohon penyusun di jalur hijau jalan kawasan perdagangan dan jasa di Kota Cirebon. Metode penelitian dilakukan dengan analisis kesesuaian jenis didasarkan pada aspek morfologis tanaman dengan memberikan nilai harkat. Fungsi tanaman sebagai jalur hijau jalan yang diharapkan mencakup fungsi sebagai penyerap polutan (CO, NO2, Pb), penyerap debu, peredam kebisingan, penambah nilai estetika, peneduh bagi pengguna jalan, penahan angin dan menambah nilai filosofis/budaya pada suatu kota yang dapat dijadikan identitas kota. Sebagai dasar penentuan fungsi yang diharapkan didekatkan dengan parameter permasalahan lingkungan yang meliputi tingkat kebisingan, suhu, kelembaban dan kepadatan lalulintas. Hasil penelitian ditemukan 27 jenis pohon penyusun jalur hijau jalan dengan jenis yang mendominasi adalah Glodokan Pecut (Polyalthea longifolia) and Bintaro (Cerbera odollam) dengan frekuensi perjumpaan 5 kali dari 6 ruas pengamatan. Komposisi pohon penyusun jalur hijau jalan sudah cukup baik dimana tanaman yang memiliki fungsi ekologis mendominasi dengan 12 jenis dan tanaman yang memiliki nilai estetika dengan 7 jenis. Dari hasil analisis ditemukan 3 jenis termasuk kategori sangat sesuai, 16 jenis termasuk sesuai dan 6 jenis termasuk kategori tidak sesuai. Pengembangan jalur hijau jalan dapat dilakukan dengan melakukan penanaman pada lahan yang masih kosong dan pergantian jenis-jenis yang tidak sesuai. Tanaman yang memiliki nilai filosofis dapat dipertahankan apabila termasuk dalam kategori sesuai hal ini sebagai identitas kota tersebut.
Research in trees suitability for green belt path in trade and services area of Cirebon City was conducted in May 2012 and aimed for determining the composition and suitability levels of trees species which compose green belt path in trade and services area. Research method used in this paper is trees suitability analysis based on morphological aspects rate. The expected functions of plants as green belt path includes pollutants absorber (CO, NO2, Pb), dust absorber, noise reducer, aesthetic value, shade for road user, windbreaks, and adding cultural/philosophy value to the city which can be used as the city identity. The basis for determining the expected function is approximated by environmental parameters covering noise levels, temperatures, humidities, and traffic densities. The research found there were 27 trees species composing green belt path which dominated by Glodokan Pecut (Polyalthea longifolia) and Bintaro (Cerbera odollam) with encounter frequency 5 times in 6 points of observations. The trees composition in green belt pathis good enough where plants which have ecological functions dominate with 12 species, and plants which have aesthetic values are 7 species. From the analysis, 3 species belong to very suitable category, 16 species belong to suitable category, and 6 species belong to unsuitable category. The development of green belt path can be done by filling the empty path and change over the unsuitable species. Plants with philosophic value can be maintained, if belong to suitable category, for this as the city‟s identity.
Kata Kunci : jalur hijau jalan, fungsi tanaman, tingkat kesesuaian jenis