Laporkan Masalah

AKSESIBILITAS HALTE TRANS JOGJA TERHADAP POTENSI KAWASAN

ANGLING RANDHIKO PUTRO, Ir. Ikaputra, M.Eng, Ph.D

2013 | Tesis | S2 Desain Kawasan Binaan

Urbanisasi mengakibatkan meningkatnya kebutuhan transportasi di ruang perkotaan, karena pola pergerakan manusia yang terus meningkat dan berakibat semakin penuhnya volume ruang jalan dan kemacetan yang tidak dapat dihindari, transportasi masal merupakan cara untuk memberikan pelayanan mobilitas di seluruh kawasan dan pusat kegiatan masyarakat. Agar transportasi masal dioptimalkan masyarakat untuk mobilitasnya, maka kemudahan pencapaian dalam mengakses sistem transportasi dalam hal ini halte Trans Jogja juga yang berbasis pada Transit Oriented Development harus terencana dengan baik. Aksesibilitas kawasan ke halte Trans Jogja atau sebaliknya yang paling utama adalah dengan memberikan kemudahan masyarakat untuk memilih dengan antar moda transportasi umum dan pribadi atau dengan berjalan kaki untuk mencapai halte atau sebaliknya. Penelitian ini membahas tentang sistem aksesibilitas pengguna halte Trans Jogja yaitu dengan mengoptimalkan tempat transit dan memberikan kemudahan melalui sistem aksesibilitas antar moda dan jalur pejalan kaki ke destinasi potensi kawasan sehingga mampu meningkatkan kenyamanan dan kemudahan pengguna Bus Rapid Transit Trans Jogja. Rekomendasi yang diarahkan adalah kemudahan dan kenyamanan pencapaian untuk pejalan kaki, petunjuk arah menuju halte Trans Jogja, aksesibilitas terdefinisi sebagai jalur pejalan kaki dengan teduhan yang cukup, tidak ada conflict dan sedikit crossing dengan kendaraan bermotor, menyediakan tempat parkir untuk moda transportasi umum dan pribadi untuk pengguna halte yang berganti antar moda transportasi.

Urbanization cause the increase transportation needs in urban space because human movement patterns keep increasing and make streets fuller and traffic jams unavoidable. Mass transportation is a way to provide mobility service in all areas and activity centers. For people to maximize using mass transportations for their mobility, the ease in accessing transportation system, in this case Trans Jogja shelters based on Transit Oriented Development, should also be planned well. Area accessibility to Trans Jogja shelters should be increased or the public should be given the options of public and private transports or walking to reach and leave the shelters. This research describes accessibility system of Trans Jogja shelters users by optimizing transit points and providing accessibility systems between modes and pedestrian way to potential destinations of the areas to increase comfort and ease of the users of Bus Rapid Transit Trans Jogja. The recommendation is to focus on ease and comfort for streetwalkers, road signs leading to Trans Jogja shelters, accessibility defined as pedestrian ways with proper shades, no conflict and little crossing with motor vehicles, parking spaces for public and private transportations for the users of shelters who change transportation modes.

Kata Kunci : Accessibility, pedestrian way, transit points; Aksesibilitas, jalur pejalan kaki, tempat transit


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.