Laporkan Masalah

AKURASI INGATAN SAKSI MATA DITINJAU DARI USIA, INTERVAL RETENSI DAN TEKNIK WAWANCARA

SURYANI, S. Ag., M. Si, Prof. Th. Dicky Hastjarjo, Ph.D

2013 | Disertasi | S3 Psikologi

Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana pengaruh masing-masing usia, interval retensi, dan teknik wawancara terhadap akurasi ingatan saksi mata, serta interaksi dua faktor antara usia dan interval retensi, interval retensi dan teknik wawancara, serta usia dan teknik wawancara. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan memanipulasi teknik wawancara dan interval retensi. Teknik wawancara mencakup teknik wawancara kognitif dan terstruktur Interval retensi terdiri dari interval satu jam, tiga minggu,dan enam minggu. Usia tidak dimanipulasi, namun dibagi menjadi dua kelompok usia yaitu usia 10 sampai dengan 12 tahun, dan usia 13 sampai dengan 15 tahun. Rancangan penelitian eksperimen adalah randomized factorial mixed design. Subjek dalam penelitian berjumlah 77 yang terdiri 33 subjek untuk usia 10 sampai 12 tahun dan 44 subjek untuk usia 13 sampai 15 tahun. Namun yang dapat digunakan dalam analisis berjumlah 67 subjek, terdiri dari 26 subjek usia 10 sampai 12 tahun dan 41 subjek usia 13 sampai 15 tahun. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur akurasi ingatan berupa media film dengan tema pencurian sepeda.General Linear Model (GLM) repetead dengan bantuan program SPSS digunakan untuk menganalisis data. Hasil menunjukkan bahwa usia menentukan akurasi ingatan, sementara interval retensi dan teknik wawancara tidak berpengaruh pada akurasi ingatan. Anak usia 13 sampai 15 tahun lebih akurat dibandingkan anak usia sepuluh sampai 12 tahun. Baik interval satu jam, interval tiga minggu dan interval enam minggu tidak ditemukan perbedaan, dan teknik wawancara kognitif dan terstruktur juga tidak berbeda. Tidak ditemukan interaksi antara usia dan interval retensi, dan interval retensi dan teknik wawancara. Namun, ditemukan interaksi antara usia dan wawancara, artinya usia menentukan jenis wawancara yang akan diterapkan yaitu usia sepuluh sampai 12 tahun lebih akurat menggunakan wawancara kognitif, dan usia 13 sampai 15 tahun lebih akurat menggunakan wawancara terstruktur.

The purpose of this study is to learn the accuracy of eyewitness’ account reviewed from age, retention interval and interview techniques, and interaction between age and retention interval, retention interval and interview techniques and interaction age and interview techniques. This study is an experimental study by manipulating interview techniques and retention interval. The interview techniques consist of two variations, the cognitive interview technique and the structured interview technique. The retention interval used three variations, an hour, three weeks, and six weeks. We did not manipulate the children’s ages, but differentiate them by two groups, which are the 10 to 12 years old group and the 13 to 15 years old group. The subject in this research are 77 subject, consist from 33 subject for children at 10 to 12 years, and 44 for children at 13 to 15 years. But for analyzes only 67 subject, consist from 26 subject for children at 10 to 12 years, and 41 subject for children at 13 to 15 years.The plan of this experimental study was the randomized factorial mixed design. The measuring device used to study the account’s accuracy was a film about bicycle thief. The data was analyzed by the General Linear Model (GLM) repeated measured using SPSS program. The result of this study reveals that age influenced the account’s accuracy, while retention interval and interview techniques did not have any influence. Children at 13 to 15 years old have more accuracy than children at 10 to 12 years old. There was no difference in an hour, three weeks and six weeks intervals, and also with the cognitive and structured interview techniques. There was not interaction between age and retention interval, retention interval and interview technique, But, there was interaction between age and interview technique, children at 10 to 12 years old gave more accurate account using the cognitive interview technique while children at 13 to 15 years old were more accurate by the structured interview technique.

Kata Kunci : Ingatan saksi mata, kesaksian, anak dan remaja


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.