Laporkan Masalah

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROGRAM PROMOSI KESEHATAN DALAM UPAYA PENANGGULANGAN GIZI BURUK DI KOTAMADYA SURABAYA

Agus Ardiyansyah, Th. Ninuk Srihartini , M.Si, Ph.D

2013 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang : Pembangunan kesehatan Kotamadya Surabaya saat ini diarahkan pada peningkatan upaya promotif dan preventif. Peningkatan kesehatan masyarakat, meliputi upaya pencegahan penyakit menular ataupun tidak menular, dengan cara memperbaiki kesehatan lingkungan, gizi, perilaku dan kewaspadaan dini. Kebijakan program promosi kesehatan penanggulangan gizi buruk belum berjalan maksimal secara prosedural, hal tersebut dipengaruhi oleh kemampuan sumberdaya, sarana dan prasarana dan alokasi anggaran dalam pelaksanaan program promosi kesehatan di Kotamadya Surabaya Metode : Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan rancangan studi kasus. Metode pengumpulan data wawancara mendalam dengan menggunakan pedoman wawancara, diskusi kelompok terarah, observasi dan dokumentasi untuk mendapatkan informasi. Hasil : Dalam implementasinya kebijakan program promosi kesehatan menunjukkan adanya beberapa kelemahan secara prosedural. Kelemahan terjadi ketika kebijakan sudah ditetapkan tetapi tidak diiringi oleh pelaksanaan operasional dilapangan, yaitu: komunikasi antar pelaksana implementasi dengan pelaksana lintas sektor tidak berjalan efektif, kurangnya sumberdaya manusia yang dimiliki secara kebutuhan dan kompetensi, sumberdaya anggaran yang sangat kecil dan tidak sesuai dengan jumlah kasus, sumberdaya sarana dan prasarana yang dimiliki oleh puskesmas belum terpenuhi untuk kegiatan di dalam gedung maupun diluar gedung sesuai kebutuhan jumlah. Sehingga implementasi kebijakan program promosi kesehatan penanggulangan gizi buruk tidak berjalan sesuai dengan tujuan. Kesimpulan : Implementasinya kebijakan program promosi kesehatan penanggulangan gizi buruk harus didukung oleh sumberdaya manusia yang terampil dan cakap, Pemenuhana sarana dan prasarana yang tersedia dan tercukupinya alokasi anggaran yang tersedia dalam pelaksanaan kegiatan

Backgrond : Health development surabaya city is currently focused on increasing promotive and preventive. Improvement of public health, including the preventive of communicable or non-communicable disease, by improving environmental health, nutrition, behavior and early warning. Health promotion programs prevention policies malnutrition not running optimally procedurally, it is influenced by the ability of resources, infrastructure and bugdet allocation in the implementation of health promotion programs in surabaya city. Methods : This type of research is a qualitative research case study design. Methods of data collection in-depth interviews using an interview guide, focus groups, observation and documentation to obtain information. Result : In the implementation of health promotion policy programs revealed a number of weaknesses in procedural. Weakness occurs when the policy has been set but it is not accompanied by the implementation of field operations, namely : implementing ineffective, lack of human resources need and competencies owned, budgetary resources which are very small and not in accordance with the number of cases, resources infrastructure owned by unmet health centers for activities in the building and outside the building as needed amount. So that the implementation of health promotion programs prevention policies malnutrition does not run according to the purpose. Conclusion : Implementation of health promotion programs prevention policies malnutrition must be supported by a skilled human resource and capable. Available infrastructure and insufficient budgetary allocations provided in the implementation of activities

Kata Kunci : Implementasi Kebijakan, promosi kesehatan, gizi buruk; Implementation of policy, policy promotion, malnutrition


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.