Laporkan Masalah

MAKNA KANTIN KEJUJURAN PADA SISWA SMP N 9 YOGYAKARTA THE MEANING OF “KANTIN KEJUJURAN” FOR STUDENT AT SMP N 9 YOGYAKARTA

LUTFI ARIYANI, Fina Itriyati, S.Sos, MA.

2013 | Skripsi | Sosiologi

Penelitian ini membahas tentang pemaknaan siswa terhadap kantin kejujuran sebagai salah satu pendidikan anti korupsi. Latar belakang dilakukannya penelitian ini adalah adanya minat untuk mengetahui lebih lanjut tentang pemaknaan kantin kejujuran. Hal ini dikarenakan banyaknya kantin kejujuran yang gulung tikar karena mengalami kebangkrutan. Dengan mengetahui pemaknaan siswa terhadap kantin kejujuran, dapat dipelajari tentang tindakan yang dilakukan siswa di kantin. Karena setiap tindakan siswa ada makna yang melatarbelakanginya. Penelitian ini adalah studi kualitatif dengan metode pendekatan fenomenologi, karena dengan metode ini dapat digambarkan tentang berbagai pemaknaan siswa dan faktor yang melatarbelakanginya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori konstruksi sosial, karena teori ini dapat digunakan untuk menganalisa proses pemaknaan yang melatarbelakangi berbagai tindakan. Informan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII dan IX yang berjumlah 15 siswa, baik putra maupun putri dari siswa regular maupun KMS. Lokasi penelitian ini berada di SMP N 9 Kotagede, Yogyakarta. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa siswa memaknai kantin kejujuran dengan berbagai makna. Delapan informan memaknai kantin kejujuran untuk melatih kejujuran, melatih kemandirian, melatih kedisiplinan, dan upaya pembentukan karakter. Lima dari delapan informan itu merupakan siswa kelas VIII. Sedangkan informan lain, tujuh orang informan memaknai kantin hanya sebagai tempat nongkrong, tempat mencari keuntungan dan bantuan ketika mereka lapar. Enam dari informan ini adalah siswa kelas IX. Perbedaan pemaknaan siswa disebabkan oleh tingkatan kelas dan sosialisasi dan motivasi yang mereka terima dari guru di kelas dan orang tua mereka di rumah. Sedangkan siswa kelas IX, mereka tidak mendapatkannya dari guru mereka di kelas. Dalam penelitian ini juga ditemukan bahwa telah terjadi pergeseran makna kantin kejujuran oleh para siswa. Mereka memaknai kantin kejujuran tak ubahnya seperti kantin konvensional lainnya, yaitu sebagai tempat menjual makanan dan mencari keuntungan. Hal ini didapatkan dari informan kelas IX. Karenanya kantin kejujuran mengalami kerugian yang semakin parah hingga tahap bangkrut sampai pihak sekolah nombok. Kebangkrutan yang terjadi menerminkan hilangnya kejujuran siswa dikantin. Sehingga kantin dapat dikatakan telah gagal menjalankan fungsinya untuk melatih kejujuran dikalangan siswa.

This research disussed about the meaning of “kantin kejujuran” for student as an anti corruption education. Background of this study is the lack of interest to learn about the meaning of “kantin kejujuran”. This is because a lot of canteen are bankrupt, to know the meaning of student to the canteen can be learned about the action of the student in the canteen. For every action there is a background of students. This study as a qualitative study with a phenomenological approach, because with this method can be described on the various meaning of students and the factors that lie behind them. The theory used in this study is the theory of social construction, because it can be used to analyze the underlying meaning of each action. Informants in this study were students of class VIII and IX which totaled 15 students, both men and women of regular students and KMS. The study site is located at SMP N 9, Kotagede, Yogyakarta. Based of the result of this research is that students interpret the meaning of the canteen with a variety of meanings. Eight informants interpret the canteen to practice honesty, independence training, practicing self discipline and character building efforts. Five of the eight informants was class VIII students. Whereas other informants, seven people interpret the canteen just as a place to hang out, a place for profit and help when they are hungry. Six of these informant is a class IX. The differences in meaning cause by grade level student and socialization and motivation they receive from teacher in the classroom and their parents at home. In this study also found that there has been a shift in the meaning fo canteen by students. They interpret the canteen is like other conventional canteen, namely as a place to sell food and make profit. It is obtained from informants class IX. Therefore canteen increasingly severe losses to stage school broke up in such losses. Bankruptcy often reflects the lost of honesty of students in the canteen. So that the canteen has failed to perform its function to train honestly among students.

Kata Kunci : makna, kantin kejujuran, teori konstruksi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.