PERENCANAAN JARINGAN KERJA DAN ANGGARAN UNTUK PERENCANAAN LOKASI REHABILITASI HUTAN DAN LAHAN
EKA LESTARI, Ir. Siswantoyo Dipodiningrat, M.S
2013 | Skripsi | MANAJEMEN HUTANIndonesia saat ini memiliki lahan kritis yang cukup besar dan harus segera ditangani dengan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL). Keberhasilan RHL bergantung pada perencanaan yang transparan, bertanggungjawab, partisipatif, komprehensif, dan memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. RHL merupakan permasalahan sistem, sehingga dibutuhkan sebuah metode berbasis sistem yang mampu mengintegrasikan aspek biofisik dan aspek sosial. Alternatif metode yang memenuhi kriteria tersebut adalah metode CASM. Pada implementasinya, efisiensi metode ini membutuhkan identifikasi hubungan antarkegiatan melalui pembuatan jaringan kerja. Berdasarkan jaringan kerja dapat diketahui total alokasi waktu dan sumberdaya manusia yang dibutuhkan serta dapat disusun anggaran untuk mendukung keberhasilan RHL. Metode yang digunakan dalam pembuatan jaringan kerja pada penelitian ini adalah metode jalur kritis (CPM). Data yang dibutuhkan meliputi nama kegiatan, kegiatan pendahulu, dan waktu normal kegiatan. Hasil menunjukkan jaringan kerja perencanaan lokasi RHL memiliki 31 jenis kegiatan dengan 120 hubungan seri, 5 hubungan paralel, dan 39 ketergantungan antarkegiatan. Total waktu yang dibutuhkan adalah 136 hari efektif atau 6 bulan. Dengan kebutuhan sumberdaya manusia yang meliputi 5 orang tenaga ahli, 2 tenaga administrasi, 2 tenaga pemetaan, 10 tenaga survei lapangan, dan 10 tenaga bantu lapangan. Komponen anggaran meliputi anggaran yang berhubungan langsung dengan jaringan kerja dan yang berhubungan tidak langsung dengan jaringan kerja (honorarium, transportasi, bahan-bahan, perjalanan dinas, biaya rapat, dan lain-lain).
Recently Indonesia have a large critical areas and should be solved immediately with Forest and Land Rehabilitation (FLR). The success of FLR depends on their plan that should be transparent, responsible, participatory, comprehensive, and adapt local environment. FLR is a system problem, that need a systems-based method which integrate biophysical and social aspects. CASM is alternative methods that meets this criteria. On the implementation, the efficiency of this method need identification of interactivity relations through their networks. These networks are able to identify the total allocation time, human resource needs and FLR budget. The method used for building the networks on this research is the critical path method (CPM). The data required are the activities, predecessor activities, and normal time activities. These research results are network planning of FLR location identification has 31 activities with 120 series connection, 5 parallel connections, and 39 interactivity dependences. The total time required is 136 days effective or 6 months. The human resources needed 5 experts, 2 administrative staff, 2 cartographer, 10 field surveyors, and 10 surveyor assistants. The budget components are direct and indirect relates to the network, there are cost of honorarium, transportation, materials, business travel, meeting expenses, etc.
Kata Kunci : Perencanaan lokasi RHL, CASM, Perencanaan Jaringan Kerja, Anggaran