Laporkan Masalah

KERAGAMAN JENIS RAYAP TANAH PADA TIGA TEGAKAN DI HUTAN PENDIDIKAN WANAGAMA

ADE DARIAN PERDANA, Dr. Ir. Musyafa, M.Sc.

2013 | Skripsi | BUDIDAYA HUTAN

Rayap merupakan fauna tanah pemakan selulosa yang penting di kawasan tropis. Serangga yang hidup berkoloni ini memiliki keragaman jenis dan kelimpahan populasi yang tinggi serta berperan penting dalam dekomposisi, perputaran unsur hara dan proses di dalam tanah. Di hutan Wanagama terdapat beberapa tegakan dengan karakteristik lingkungan yang berbeda sehingga berpengaruh terhadap keragaman jenis rayap tanah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman dan kelimpahan rayap tanah pada tegakan Tectona grandis, tegakan Acacia mangium, dan tegakan Eucalyptus sp. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2013 (musim kemarau), di petak 17 Wanagama. Pengambilan sampel rayap tanah dilakukan dengan kombinasi metode transect surveys dan metode plot sebanyak 2 transek pada masing-masing tegakan, dengan 6 plot pada masing-masing transek. Pengukuran faktor lingkungan berupa kadar lengas tanah, kadar lengas seresah, ketebalan seresah,intensitas cahaya, suhu udara, pH (H2O) tanah, luas bidang dasar (LBDS), dan keanekaragaman tumbuhan bawah. Pada penelitian ditemukan 5 spesies rayap (Hypotermes sp. A., Odontotermes longignathus, Macrotermes gilvus, Microtermes insperatus, Pericapritermes semarangi) dari 2 subfamili (Macrotermitinae dan Termitinae) yang keduanya berasal dari 1 famili (Termitidae). Ketebalan seresah yang lebih tinggi dan keberadaan tonggak yang lebih banyak menyebabkan kelimpahan rayap tanah pada tegakan T. grandis (8.433 individu/ha) lebih besar dibandingkan dengan tegakan Eucalyptus sp. (6.333 individu/ha) dan tegakan A. mangium (2.267 individu/ha) karena seresah dan tonggak merupakan mikrohabitat rayap yang memengaruhi aktivitas rayap untuk bersarang dan mencari makanan. Sedangkan keanekaragaman tumbuhan yang lebih beragam dan nilai kadar lengas tanah serta kadar lengas seresah yang lebih tinggi mampu memengaruhi nilai keanekaragaman rayap pada tegakan Eucalyptus sp. (1,275), sehingga lebih tinggi dibandingkan tegakan A. mangium (1,169) dan tegakan T. grandis (1,031). Hutan yang memiliki tumbuhan yang beragam serta ketersediaan air yang tinggi merupakan habitat yang sesuai bagi kehidupan rayap karena mampu menjaga kondisi lembab yang sangat disukai oleh rayap.

Termites are cellulose-eating soil fauna which is important in the tropics. This insect which lives in colonies has diversity and high population abundance. It plays an important role in decomposition, nutrient turnover and processes in the soil. In Wanagama forest, there are several stands with different environmental characteristics that affect the diversity of subterranean termites species. The aim of the study was to know the diversity and abundance of subterranean termites in the stand of Tectona grandis, Acacia mangium, Eucalyptus sp. The study was conducted in July 2013 (dry season), in plot 17 Wanagama. Subterranean termites sampling was done with a combination of transect surveys methods and plot methods. As much as 2 transects were made in each stand, with 6 plots on each transect. The measurement of environmental factors consisted of soil moisture content, moisture content of litter, litter thickness, light intensity, temperature, pH ( H2O ) of land, basal area, and ground cover diversity . The study found 5 species of subterranean termites (Hypotermes sp. A., Odontotermes longignathus, Macrotermes gilvus, Microtermes insperatus, Pericapritermes semarangi) from 2 subfamilies (Macrotermitinae dan Termitinae). Those 2 subfamilies were from 1 family (Termitidae). The more litter thickness and dead wood existence caused the abundance of subterranean termites in T. grandis stand (8.433 n/ha) was more than the one in Eucalyptus sp. stand (6.333 n/ha) and A. mangium stand (2.267 n/ha) for the existence of litter and dead wood can be a microhabitat that affects termites activity to nest and find its food. Meanwhile, the more varied plant diversity and the more amount of soil and litter moisture content could make the termites diversity in Eucalyptus sp. (1,275), more than the one in A. mangium stand (1,169) and T. grandis stand (1,031). A forest which had more varied plant and more water supply was the ideal habitat for termites life because it could keep moisture condition favored by termites.

Kata Kunci : keragaman jenis , rayap tanah, tegakan hutan Wanagama


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.