KESIAPSIAGAAN DAN MANAJEMEN PENGETAHUAN KELUARGA DALAM MENGHADAPI BENCANA LAHAR KALI PUTIH DI DESA SIRAHAN KECAMATAN SALAM KABUPATEN MAGELANG
DIAN INDIRA WAHYUNITA, Dr.Ir. Sri Nuryani Hidayah Utami, M.P. M.Sc.
2013 | Tesis | S2 MAGISTER MANAJEMEN BENCANAKali Putih merupakan salah satu jalur aliran lahar pasca erupsi Merapi dengan klasifikasi bahaya tinggi. Tahun 2011 merupakan kejadian bencana lahar terbesar sepanjang sejarah di Kali Putih. Desa Sirahan menjadi salah satu desa terdampak akibat lahar Kali Putih. Terkait dengan upaya antisipasi penanggulangan bencana, kesiapsiagaan menjadi faktor penting,yang didukung manajemen pengetahuan sebagai upaya peningkatan keisapsiagaan. Berdasarkan pemaparan tersebut, tujuan dari penelitian ini adalah menilai tingkat kesiapsiagaan serta manajemen pengetahuan keluarga di Desa Sirahan. Pengumpulan data kesiapsiagaan nantinya akan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Sedangkan pada pengumpulan data manajemen pengetahuan yang diperoleh melalui wawancara akan dianalaisis secara kualitatif menggunakan model interaktif. Hasil analisis data kesiapsiagaan menunjukkan: Keluarga tidak terdampak masuk pada kategori siap, sedangkan keluarga terdampak baik yang dihuntara maupun non huntara masuk pada kategori sangat siap. Hasil analisis data manajemen pengetahuan menunjukkan: (1).Sumber pengetahuan keluarga didapatkan melalui sosialisasi, wajib latih, dan simulasi yang bersifat incidental, dengan ayah sebagai simpul pengetahuan. (2).Terdapat perbedaan distribusi pengetahuan keluarga saat sebelum dan sesudah bencana lahar 2011. (3). Pemanfaatan manajemen pengetahuan tercermin pada output berupa himbauan kesiapsiagaan dalam keluarga. Sebagai upaya peningkatan kesiapsiagaan keluarga, sistim peringatan bencana, mobilisasi SDM, dan optimalisasi peran keluarga perlu mendapatkan perhatian lebih.
Kali Putih is one of lahar flow path in Magelang Regency which has high potential of hazard. The biggest lahar flow in kali Putih occurred in January 2011, and Sirahan is one of village wich severely affected. Not only knowledge of the community affected by lahar is important to learn, but also preparedness become important factor involved in disaster management effort. The aim of this research is to measure family preparedness and knowledge management deal with lahar in Sirahan Village. Family preparedness was analyzed using descriptive statistics. Furthermore, knowledge management was analyzed using qualitative methods with interactive models. Family preparedness data was collected by using the questionnaire, and knowledge management data was collected by interviewing responden. The result of family preparedness are family who was affected by lahar more prepared than family who was not affected. The result of knowledge management showed that (1) Electronic media, incidental sosialitation, and simulation are based resource information in family knowledge, (2) There are different distribution of knowledge before and after lahar in January 2011, (3) Eksplisit form of the utilization knowledge management output are family preparedness appeals. Early warning system and mobilization need to get more attention as efforts to improve familiy preparedness. In addition, optimalitation of the role of other family members also need to be considered.
Kata Kunci : Bencana, lahar, Manajemen Pengetahuan, Kesiapsiagaan