Laporkan Masalah

HUBUNGAN TINGGI BADAN ANAK BARU MASUK SEKOLAH (TBABS) DENGAN KADAR TIROKSIN SERUM DI DAERAH ENDEMIS GAKY KABUPATEN GUNUNG KIDUL DIY

Atik Juniarsih, kepadaProf. Dr. dr. Djauhar Ismail, MPH, Ph.D, SpA(K).

2013 | Tesis | S2 Ked.Klinik/MS-PPDS

Latar Belakang: Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY), merupakan sekumpulan gejala yang timbul karena tubuh seseorang kekurangan unsur yodium secara terus menerus dalam jangka waktu yang cukup lama. Organ tubuh yang bertanggung jawab mengelola yodium adalah kelenjar tiroid.Kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid,yang ditemukan dalam jumlah yang cukup banyak adalah tiroksin. Bila terjadi gangguan fungsi tiroid maka laju pertumbuhan tubuh akan terganggu dan bahkan berhenti sehingga tubuh terlihat pendek/stunted. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tinggi badan anak baru masuk sekolah (TBABS) dengan kadar tiroksin serum di daerah endemis GAKY Kabupaten Gunung Kidul. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan metode cross sectional dengan jumlah subjek 56 anak yang duduk di Kelas 1SD(umur7-8 tahun). Pengambilan sampel dilakukan di SDN Planjan 1, SDN Planjan 2 dan SDN Kanigoro1 Kecamatan Saptosari pada bulan Juni 2012. Penelitian dilakukan dengan mengukur tinggi badan anak menggunakanmikrotoise dan kadartiroksin menggunakan metode ELISA. Analisis statistik dilakukan dengan analisis bivariatmenggunakanFischer exact testdan uji regresi linear untuk melihat korelasinya. Hasil:Dari 56 sampel siswa Kelas 1 SD yang memenuhi kriteria inklusiterdiri dari 31 laki-laki(55,4%) dan 25 perempuan(44,6%) didapatkan rerata z scoreTB laki-laki -1,8 dan perempuan -1,7.Klasifikasi sampel berdasarkan tinggi badandidapatkan sebanyak35 anak(62,5%) memiliki TB normal, 18 anak(32,1%) pendek dan 3anak (5,4%) sangat pendek. Diantara anak yang pendek, bila dihubungkan dengan BMI, 4% adalah underweight, 27% normal, 5% overweightdan 2% obeise.Pada pemeriksaan darah, terdapat 8anak (14,3%) yang mempunyai kadar tiroksin serum < 0,8μIU/dldengan TB termasuk klasifikasi pendek. Anak dengan kadar tiroksinnormal memiliki TB yang pendek sebanyak 13 anak (23,2%) dan TB normal sebanyak 35 anak (62,5%).Tidak terdapat anakyang memiliki kadar tiroksin di atas 2,0μIU/dl.Hasil uji Fischermenunjukkan terdapat korelasi antara TBABS dengan kadar tiroksin serum (p<0,001,RP= 3,692; 95% IK 2,3-5,9).Hasil analisis Uji Pearsonmenunjukkan hubungan yang kuat antara TBABS dengan kadar tiroksin (p<0,001,R = 0,679, R2 0,460). Simpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara tinggi badan di daerah endemis GAKY dengan kadar tiroksin serum. Anak dengan kadar tiroksin serum yang rendah mempunyai risiko pendek sebesar 3,7 kali anak dibanding kadar tiroksin normal. Setiap kenaikan kadar tiroksin sebesar 0,1 satuan akan menaikkan z score tinggi badan sebesar 0,28.

Background: Iodine deficiency disorderis a set ofsymptoms that is effect the body have continuously iodinedeficiencyin a long time. Organresponsible formanaging theiodineisthe thyroid gland. The thyroid gland produces thyroid hormones, which are found in significant amounts is thyroxine. Thyroid dysfunctioncausesthe body'sgrowth rate will be disruptedandevenstoppedmakingthe bodylook short (stunted). Objective: This study aimsto determine the relationshipbetween the new student body height(TBABS) withthyrosineserum levels iniodine deficiency endemic areaof Gunung Kidul District. Method: The study design was cross sectional with 56 subjects consisted of student Class 1 of Elementary School Planjan 1, Planjan 2 and Kanigoro 1 in Saptosari Subdistrict during period of June 2012. Thebody height was measured using microtoise and thyroxin serum level was examinated with ELISA method. Statistic analysis using bivariate analyisis with fischer exact test and linear regression test to find of the correlation. Results: There were 56 subjects thatconsisted of 31 (55,4%) boys and 25 (44,6%) girls and the mean z score of body height of boys was-1,8 and girls was-1,7.Classification of subject based on the body height were 35 (62,5%) subjectswere normal, 18 (32,1%) subjectswerestunted and 3 (5,4%) subjects wereseverely stunted. Children that werestunted classification if correlated with BMI scale, 4% were underweight, 27% were normal, 5% were overweight and 2% were obese. The blood tests showed that 8 (14,3%) subjects with thyroxine serum level less than 0,8 μIU/dlwere stunted and there was no children with thyroxine serum level greaterthan 2,0 μIU/dl. Children with normal thyroxine serum level, 13 (23,2%) were stunted and 35 (62,5%) were normal. Fischer test result showed that the the body height of school children have correlation with thyroxine serum level (p<0,001, R= 3,692; 95% CI 2,3-5,9) and the Pearson test showed p<0,001,R = 0,679, R2 0,460. Conclusion: The body height of school children was statistically correlated with thyroxine serum level. The risk of children with lowthyroxine serum levels about 3,7 times than normal thyroxine serum level to become stunted. The increasing of 0,1 unit of thyroxine serum levels will raise 0,28 z score of body height.

Kata Kunci : tinggi badan, tiroksin serum, GAKY


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.