PENGARUH PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING AIR SUSU IBU (MPASI) DINI TERHADAP KEJADIAN DIARE DAN PERTUMBUHAN BAYI 6-12 BULAN
Tunjungsari Ratna Utami, Prof.dr. Purnomo Suryantoro, DTM.
2013 | Tesis | S2 Ked.Klinik/MS-PPDSLatar Belakang. World Health Organization (WHO) merekomendasi pemberian ASI yang harus dilakukan sesegera mungkin dan dianjurkan memberikan ASI secara eksklusif selama enam bulan. Setelah itu bayi diberi makanan tambahan dan ASI dilanjutkan sampai usia 2 tahun. Pemberian makanan pendamping ASI terlalu dini mengakibatkan meningkatnya infeksi dan gangguan pertumbuhan. Tujuan. Untuk mengetahui akibat yang ditimbulkan oleh pemberian MPASI dini terhadap pertumbuhan dan diare. Metode. Sampel penelitian adalah bayi sehat berusia 6 bulan yang berkunjung ke posyandu atau puskesmas di wilayah kecamatan Ngaglik, kabupaten Sleman. Sampel penelitian dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu anak yang mendapatkan MPASI kurang dari 6 bulan dan usia 6 bulan, kemudian diikuti sampai dengan usia 12 bulan dan diamati berat badan, panjang badan, lingkar kepala serta kejadian diare. Hasil. Sebanyak 174 bayi diikutkan dalam penelitian ini. Sejumlah 50 bayi (17,2%) mendapat MPASI pada usia 6 bulan, 124 bayi (60,9%) mendapat MPASI pada usia kurang dari 6 bulan. Pertambahan berat badan, panjang badan maupun lingkar kepala pada kelompok bayi dengan MPASI dini lebih kecil daripada kelompok MPASI 6 bulan, namun perbedaan ini secara statistik tidak bermakna dengan p>0,05 (perbedaan BB 1027 g dibanding 980,2 g, PB 4,4 cm dibanding 4,38 cm, LK 1,82 cm dibanding 1,74 cm). Kejadian diare pada kelompok MPASI dini lebih besar daripada kelompok MPASI 6 bulan (25,8% versus 16%), namun secara statistik tidak bermakna dengan p=0,164. Simpulan: Tidak terdapat perbedaan rerata penambahan berat badan, panjang badan, lingkar kepala dan Z skor pada kelompok MPASI dini dan MPASI 6 bulan.
Back ground: WHO has revised global recommendation on breastfeeding as soon as possible one hour after birth and exclusive breastfeeding until 6 months old. After that, babies are given complementary feeding while breastfeed should be continued until 2 years. Early complementary feeding has been associated with increased morbidity from infectious diseases and linear growth faltering. Objective: examined the effects of early complementary feeding on infant growth and diarrhea Methods: the samples of this study are healthy infants that lived at Ngaglik, Sleman, Yogyakarta. Infants were followed since they were 6 months old until 12 months old and they were been divided into early complementary feeding and no. We measure the length, weight, head circumference, and incidence of diarrhea. Results: there were 174 infants that we observed, 50 (28,8%) were given complementary feeding at 6 months old and 124 infants (60,9%) were given complementary feeding before 6 months old. The increasing of weight, length, and head circumference in the group of infants with early complementary feeding are lower than the group of infants with 6 months complementary feeding, but not statistically significant, p>0,05 (weight 1027 versus 980,2 g; length 4,40 versus 4,38 cm; head circumference 1,82 versus 1,74 cm). Incidence of diarrhea in the group of infants with early complementary feeding are more than infants with 6 months complementary feeding (25,8% versus 16%), but not statistically significant, p=0,164. Conclusion: There is no difference at weight gain, length, head circumference and Z score between early and 6 months complementary feeding
Kata Kunci : MPASI dini, pertumbuhan, diare