Laporkan Masalah

PERILAKU STRUKTURAL BALOK SUSUN LVL SENGON UNTUK SISTEM LANTAI KAYU

HENDRA THEODARMO, Ali Awaludin, ST., M.Eng., Ph.D.

2013 | Tesis | S2 Teknik Sipil

Ketersediaan bahan kayu sebagai bahan konstruksi rumah kayu sederhana semakin berkurang. Dengan permintaan yang cukup besar para produsen kemudian menawarkan jenis kayu-kayu laminasi seperti Glulam ataupun LVL (Laminated Veneer Lumber). Penggunaan LVL Sengon dalam balok susun diaplikasikan sebagai sistem lantai kayu rumah dua lantai dapat mengoptimalkan nilai manfaat dari LVL Sengon tersebut. Bahan balok susun yang digunakan adalah LVL Sengon. Balok susun dirancang dengan dua jenis penampang yaitu balok I dan balok box. Kedua jenis balok diuji lentur dengan sistem pembebanan third point loading. Perancangan sistem lantai kayu dilakukan dengan menggunakan jenis balok box. Sistem lantai kayu dirancang dengan jarak antarbalok sebesar 30 cm dan berukuran 1,2 x 2,4 m2. Sistem lantai kayu diuji beban menggunakan jenis pembebanan merata dan garis. Beban yang digunakan adalah beton dan orang. Dalam penelitian ini diperoleh nilai Pmaks; Mb; σy; EI balok I sebesar 14,37 kN; 5,747 kNm; 5,34 N/mm2; 315,15 kNm2 dan balok box sebesar 23,99 kN; 9,594 kNm; 11,77 N/mm2; 582,23 kNm2. Perbandingan nilai eksperimen terhadap analisis pada nilai Pmaks; Mb; EI balok I berturut-turut adalah 0,16; 0,16; 0,44 sedangkan balok box adalah 0,34; 0,34; 1,08. Kapasitas beban sistem lantai kayu dengan berbagai jenis pembebanan yang diujikan melebihi 6 (enam) kali kapasitas beban ijin sesuai dengan SNI sebesar 1,25 kN/m2. Lendutan terbesar dari pengujian sistem lantai kayu belum mencapai lendutan ijin maksimum sebesar 8 mm sesuai dengan SNI.

Availability of wood as construction material for simple wooden house is decreasing. With the high demand, the manufacturers offer laminated wood such as Glulam or LVL (Laminated Veneer Lumber). Sengon LVL usage in built-up beam which applied in wood floor system for two-story wooden house can optimize the benefit value of Sengon LVL. Material used in built-up beam was Sengon LVL. Built-up beams were designed with two types of cross section such as I beam and box beam. Bending test applied on both type of beam with third point loading. Then wood floor system designed by using box beam. Wood floor system designed with distance of each beam was 30 cm and had area 1,2 x 2,4 m2. Loading test applied in the wood floor system with distributed and line load. The loads were concrete and people. Values obtained in this study about Pmaks; Mb; σy; EI for I beam were 14,37 kN; 5,747 kNm; 5,34 N/mm2; 315,15 kNm2 and for box beam were 23,99 kN; 9,594 kNm; 11,77 N/mm2; 582,23 kNm2. Comparison of experimental to analysized values of Pmaks; Mb; EI for I beam were 0,16; 0,16; 0,44 while for box beam were 0,34; 0,34; 1,08. Load bearing capacity of wood floor system with various types of loading which had been tested were above 6 (six) times from permited load bearing capacity 1,25 kN/m2 based on SNI. Largest deflection from load bearing test for wood floor system had not reached permitted deflection 8 mm based on SNI.

Kata Kunci : LVL Sengon, balok susun, sistem lantai kayu, perilaku struktural


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.