Menguak Kegagalan Implementasi Kebijakan Pendidikan: Studi Terhadap Implementasi Kebijakan Pendidikan dalam Masyarakat Suku Laut di Kecamatan Kundur Kabupaten Karimun
NOVI WINARTI, Nur Azizah, S.IP., M.Sc.
2013 | Tesis | S2 Politik dan PemerintahanMasyarakat Suku Laut merupakan masyarakat dengan keunikan karakteristik yang turut menjadi target group kebijakan pendidikan yang telah ditetapkan secara nasional dan daerah. Namun, masyarakat Suku Laut yang telah mencoba untuk mengikuti semua kebijakan yang diimplementasikan selama ini dengan kekhawatiran akan keterasingan, tidak begitu saja menjadi target group yang ikut berpartisipasi dalam pendidikan. Persentase angka partisipasi pendidikan masyarakat Suku Laut yang sangat rendah dibandingkan dengan rata-rata presentase angka partisipasi pendidikan di Kabupaten Karimun menimbulkan pertanyaan, mengapa implementasi kebijakan pendidikan gagal diimplementasikan pada masyarakat Suku Laut. Penelitian ini menggunakan metode case study, dimana desk study dan field study dengan wawancara dan observasi digunakan sebagai teknik pengumpulan data. Penelitian ini bertujuan untuk menguak penyebab kegagalan kebijakan pembangunan dalam sektor pendidikan yang diimplementasikan pada masyarakat Suku Laut, dengan melihat proses implementasi yang dikerangkai dengan tiga dimensi kebijakan publik yaitu konten, konteks dan proses. Selain itu juga untuk memahami pemerintah sebagai implementor kebijakan yang sebenarnya harus menghiraukan masyarakat Suku Laut dalam implementasi kebijakan sektor pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab kegagalan kebijakan pendidikan dalam masyarakat Suku Laut dikarenakan tidak adanya ketersambungan antara konten kebijakan pendidikan dengan konteks masyarakat Suku Laut, yang pada akhirnya mengabaikan proses implementasi kebijakan pendidikan dalam masyarakat Suku laut. Pada sisi lain, dalam menguak penyebab kegagalan implementasi kebijakan pada masyarakat Suku Laut, konten dan konteks dimana implementasi kebijakan tidak cukup dianalisa pada sisi implementor kebijakan seperti halnya yang ditawarkan oleh Grindle, melainkan bahwa konten dan konteks kebijakan hendaknya dianalisa dari kedua sisi, yaitu implementor dan target group seperti yang dirangkum oleh Smith mengenai proses implementasi kebijakan yang sifatnya bottom up.
Suku Laut (the Sea nomads) community in Riau Province has been living in a shadow of marginalization. Nevertheless, the new generations have adopted a modern lifestyle, including settlement in the coastal area and participation in education. However, their engagement to education is considerably low compared to the average percentage of educational participation in Karimun District. Then a puzzle arises: why the national and local education policies have failed in targeting this community? This research aims to reveal the causes of failure in educational policy by emphasizing the three dimensions of policy implementation: content, context, and process. This research also implicitly criticizes the government as main actor in policy implementation to reconsider the local and communal uniqueness and characteristics. In order to collecting data, this case study uses the combination of desk study and a four-month fieldwork in Riau Province. Basing on Grindle and Smith as theoretical frameworks, this research reveals that the failure of policy implementation in educational sector, specifically towards Suku Laut community, is due to the distortion between content and context. This disconnectedness affects the process. Analyzing policy implementation only from the implementer‟s point of view, as Grindle offers, is obviously ineffective. This research affirms what Smith has offered: both implementer and target groups should be simultaneously involved in analyzing the content and the context of policy implementation. Both actors should revive the importance of local context in defining content, as the so-called bottom-up policy.
Kata Kunci : masyarakat Suku Laut, implementasi, kebijakan pendidikan