Laporkan Masalah

APLIKASI SIG DAN PENGINDERAAN JAUH UNTUK PEMETAAN ZONASI KERENTANAN TANAH LONGSOR DI KABUPATEN KULONPROGO DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

RISKI RIA OKTARINA, Like Indrawati, S.Si., M.Sc

2014 | Tugas Akhir | D3 PENGINDERAAN JAUH DAN SIG

Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Kulonprogo yang merupakan salah satu Kabupaten di DIY. Kabupaten Kulonprogo memliki luas wilayah 586,283 km2 dan memilik 12 Kecamatan. Tujuan dari penelitian ini yaitu : 1. mengetahui ketelitian citra PJ (Landsat) untuk memetakan faktor-faktor penyebab longsor, 2. mengetahui distribusi daerah daerah yang rentan longsor di Kabupaten Kulonprogo. Dalam penelitian ini parameter yang digunakan adalah peta penggunaan lahan, peta jenis batuan induk, peta tekstur tanah, peta kepadatan penduduk, peta kemiringan lereng, dan peta intensitas curah hujan. Data-data yang digunakan diperoleh dari data Penginderaan Jauh yaitu citra Landsat ETM+ dengan komposit 457, peta-peta tematik wilayah, data BPS dan survel lapangan. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan SIG (Sistem Informasi Geografis) untuk pengolahan data, dan analisis hasil. Hasil penelitian berupa peta Zonasi Kerentanan Tanah Longsor dan peta Risiko Tanah Longsor dan Peta Risiko Tanah Longsor. Peta kerentanan tersebut tergolong dalam 3 tingkat yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Kabupaten Kulonprogo didominasi dengan tingkat kerentanan sedang. Peta risiko termasuk dalam golongan 3 tingkat yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Kabupaten Kulonprogo di dominasi risiko sedang.

-

Kata Kunci : bencana alam, tanah longsor, kerentanan, risiko


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.