KAJIAN KONSUMSI BAHAN BAKAR KENDARAAN BERMOTOR DI JAKARTA, SURABAYA DAN YOGYAKARTA
BRAM STYAWAN, Dr. Bertha Maya S.T., M.Sc.
2013 | Tesis | S2 Magister Teknik SistemDi dalam masyarakat dengan tingkat angka mobilitas yang tinggi, kebutuhan transportasi merupakan hal yang penting bagi kelangsungan kegiatan. Kegiatan transportasi berhubungan dengan konsumsi bahan bakar, dimana minyak sebagai bahan bakar transportasi adalah salah satu bentuk energi yang tidak dapat diperbaharukan. Jumlah kebutuhan minyak yang tidak sebanding dengan jumlah produksi menyebabkan pemerintah mengimpor minyak dari luar negeri. Peningkatan jumlah kendaraan menjadi penyebab konsumsi bahan bahan bakar minyak selalu meningkat. Selain peningkatan jumlah kendaraan, perilaku berkendara, kendaraan yang digunakan dan kondisi sarana transportasi disinyalir mempunyai korelasi dalam besar konsumsi bahan bakar kendaraan. Tujuan penelitian ini adalah 1) mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi bahan bakar kendaraan yang ada di tiga kota di Indonesia, 2) membuat model persamaan dari parameter-parameter yang berkorelasi dengan konsumsi bahan bakar kendaraan, 3) memberikan alternatif solusi yang berkenaan dengan konsumsi bahan bakar kendaraan berdasarkan parameter data. Penelitian ini menggunakan pendekatan korelasi dan regresi dalam mengetahui besar hubungan konsumsi bahan bakar dan beberapa faktor yang berkaitan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besar konsumsi kendaraan bermotor roda empat di kota Jakarta, Surabaya dan Yogyakarta cenderung berhubungan dengan umur kendaraan, besar cc kendaraan, kecepatan berkendara, kebiasaan memanaskan mesin kendaraan, jarak tempuh dalam berkendara, jumlah tumpangan, kebiasaan memposisikan persneling atau kebiasaan menarik gas tidak beraturan disebabkan jalan berlubang atau alat pembatas kecepatan. Besar konsumsi kendaraan bermotor roda dua di kota Jakarta, Surabaya dan Yogyakarta cenderung berhubungan dengan umur pengendara, besar penghasilan pengendara, umur kendaraan, kecepatan berkendara, jarak tempuh berkendara, jumlah tumpangan, frekuensi perawatan rutin kendaraan, kebiasaan memainkan tarikan gas atau kebiasaan menarik gas tidak beraturan karena kemacetan.
In the society that has high level of mobility rates , the transportation needs is essential for the survival activity . Transportation activities always related to fuel consumption, oil as a transportation fuel is a form of renewable energy that can not be renewable. The number of oil needs are not proportional to the number of it’s production, this situation make the government to import the amount of oil from abroad. The increasing of vehicle numbers can cause the increasing of fuel consumption. Beside the increasing of vehicle numbers, the driving behavior, the properties and adjusted to vehicle and the transportation conditions allegedly having a large correlation in vehicle fuel consumption. The purpose of this research was 1 ) to identify the explainated factors that correlate to the vehicle fuel consumption in three cities in Indonesia , 2 ) to model the equations of parameters that correlate to vehicle fuel consumption, 3 ) to give some alternative solutions to consumption fuel vehicles based on the parameter. This research used correlation and regression analysis approach to determine the relationship of fuel consumption and related factors.dfdsffsdfsdfsfsfs The results showed that the large consumption of automobiles in the city of Jakarta, Surabaya and Yogyakarta tend to be associated to the age of vehicle, the ingestion volume of vehicle, the driver speeds, the engine heats habits, the driving mileage, the number of passenger, the habit of pulling the gear position gas irregular due to potholes or speed limiting devices. The consumption of motor in the city of Jakarta, Surabaya and Yogyakarta tend to be associated with the age of rider, the income of rider, the age of vehicle, the driving speed, the driving distance, the number of passenger, the frequency of regular maintenance of vehicles, the habit gas plays or the habit pulling gas does not irregular due to congestion.
Kata Kunci : konsumsi bahan bakar, perilaku pengendara, korelasi konsumsi dan perilaku pengendara