Laporkan Masalah

KORELASI ANTARA GANGGUAN FUNGSI PARU DENGAN UJI JARAK TEMPUH JALAN 6 MENIT Studi pada penderita sekuele tuberkulosis

Dwi Wirastuti, dr. Sumardi, SpPD-KP.

2013 | Tesis | S2 Ked.Klinik/MS-PPDS

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksius yang mempengaruhi paruparu dan mengakibatkan pengembangan paru menjadi buruk sebagai akibat dari terjadinya perubahan fibrotik paru difus pada jaringan paru. Uji jarak tempuh jalan 6 menit merupakan contoh uji jalan fungsional yang praktis dan sederhana dan hanya memerlukan kemampuan untuk berjalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat korelasi antara gangguan fungsi paru dengan uji jarak tempuh jalan 6 menit pada penderita sekuele tuberkulosis. Desain ini penelitian post-test only experimental design yang dilakukan pada penderita sekuele tuberkulosis di poliklinik paru RS Sardjito Yogyakarta dan BP4 di wilayah kota Yogyakarta. Ada 39 subyek penelitian yang memenuhi kriteria, 26 orang laki-laki dan 13 orang perempuan. Rerata TB 1,62±0,08 m, BB 55 ± 10,65 kg, IMT sebesar 20,82 ± 3,48 kg/m². Uji spirometri menunjukkan rerata FVC dan FEV1 adalah 2,32±0,81 L dan 2,06±0,79 L dengan rerata prediksi FVC dan FEV1 berturut– turut adalah 82,07±20,44% dan 82,1±17,78%. Median (minimal-maksimal) FEV1/FVC adalah 0,98 (0,48-1). Hasil radiologi menunjukkan indeks Willcox derajat 1: 26 subyek (66,7%), indeks Willcox 2: 10 subyek (25,6%) dan indeks Willcox 3: 3 pasien (7,7%). Enam subyek (15,4%) mengalami gangguan restriksi, 14 subyek gangguan obstruksi dan 19 subyek normal. Rerata jarak tempuh jalan 6 menit 246,3±54,8 meter. Kesimpulan bahwa FVC prediksi dan usia berpengaruh sebanyak 33,2% terhadap uji jarak tempuh jalan 6 menit, 66,8% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti pada penelitian ini dan terdapat berbedaan bermakna indeks Willcox dengan jarak tempuh jalan 6 menit pada pasien sekuele TB. Subyek sekuele TB dengan gambaran radiologi indeks Willcox 1 akan dapat menempuh uji jarak tempuh jalan 6 menit lebih baik dibandingkan subyek dengan indeks Willcox 3.

diffuse fibrotic in the lungs, the result is decline pulmonary expansion. Six minute walk test (6MWT) is an example of a simple practical functional test and only requires the ability to walk. This study aims to determine whether there is a correlation between impaired lung function the 6MWT, in tuberculosis sequel study. The study design was post-test only experimental design which conducted in Sardjito hospital and BP4 in Yogyakarta. The subject of this study are 39, 26 men and 13 women. The mean height 1.62 ± 0.08 m, body weight 55 ± 10.65 kg, body mass index was 20.82 ± 3.48 kg / m². Mean FVC and FEV1 was 2.32 ± 0.81 L and 2.06 ± 0.79 L, mean predicted FVC and predicted FEV1 respectively 82.07 ± 20.44 % and 82.1 ± 17,78 % . Median (minimum-maximum) FEV1/FVC was 0.98 (0.48 to 1). The Willcox index 1 were 26 subjects ( 66.7 % ), the Willcox index 2 were 10 subjects (25.6 %) and Willcox index 3 were 3 patients (7.7 %). Six subjects (15.4 %) were restriction, 14 subject were obstruction and 19 subjects were normal. The mean 6 minutes walk distance were 246.3 ± 54.8 meters . Predicted FVC and age were influence six minutes walk distance 33.2%, 66.8% were influenced by other variables, which not examined in this study and there was a significant differences between Willcox index with 6 minutes walk distance in patients with tuberculosis sequelae. TB sequelae subjects which Willcox index 1 will be able to take the six minutes walk distance longer than subject which Willcox index 3.

Kata Kunci : sequelae tuberculosis, fibrosis lung, pulmonary function, six minute walk test, exercise test


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.