Laporkan Masalah

KONTESTASI AKTOR POLITIK LOKAL DALAM PILKADA ACEH 2012 (Studi Political Marketing Lees-Mashment)

AKLIMA, Dr.rer.pol. Mada Sukmajati, MPP.

2013 | Tesis | S2 Politik dan Pemerintahan

Studi ini mengkaji strategi politik pasangan Irwandi Yusuf dan Zaini Abdullah dalam kontestasi Pilkada Gubernur/wakil Gubernur Aceh Tahun 2012, untuk memperebutkan kedudukan tertinggi di pemerintahan Aceh periode 2012-2017. Fokus kajian ini adalah pertarungan politik antara partai lokal dan jalur perseorangan. Adapun tujuan yang ingin dicapai adalah untuk melihat strategi politik yang digunakan oleh para kontestan. Untuk mencapai tujuan penelitian tersebut, digunakan kerangka teori tipologi pemasaran politik Less-Mashment yang meliputi POP, SOP dan MOP. Pop adalah pemasaran partai yang punya keyakinan kuat terhadap produk politiknya, mereka berasumsi bahwa para pemilih akan menyadari gagasan yang disampaikan sebagai sesuatu yang bernilai. Sop adalah pemasaran politik yang berorientasi pada penjualan produk, proses pemasaran yang berusaha mempengaruhi persepsi pemilih dalam menentukan pilihan politik, dengan cara himbauan atau bujukan masyarakat pemilih dengan komunikasi dan teknik pemasaran yang luas. Sedangkan Mop adalah pemasaran politik yang bersifat dinamis tidak stagnan atau terikat pada ideologi tertentu selalu menawarkan terobosan baru yang realistis bagi kebutuhan masyarakat pemilih dan pasar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan aktor yang berupaya mengungkapkan sebuah fenomena melalui teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Temuan atas studi ini menunjukkan bahwa strategi politik pemasaran yang sesuai dengan situasi politik Aceh pasca konflik yaitu Sales Oriented Party (SOP). Tingkat pemasaran politik ditentukan oleh cara mengkomunikasikan produk untuk menarik simpati masyarakat pemilih, dimana, setting politik masyarakat Aceh masih dipengaruhi oleh aktor yang berperan sebagai influencer. Sehingga peran ideologi dan figure kandidat menjadi nilai tawar bagi masyarakat pemilih. Sedangkan Hasil relasi political marketing dan strategi politik kandidat calon, menghasilkan beberapa indikator yang mempengaruhi tujuan dari strategi politik, diantaranya: kualitas produk politik yang ditawarkan, implementasi, komunikasi dan jaringan yang dibangun kandidat calon secara terus menerus.

This study examines the political strategy partner and Zaini Abdullah Irwandi Yusuf in the contestation of election Governor / Vice Governor of Aceh in 2012, to compete for the highest position in the government of Aceh 2012- 2017 period. The focus of this study is a political battle between the local party and individual lines. The objectives to be achieved is to look at the political strategies used by the contest. To achieve the research objectives, theoretical framework used typology Less-Mashment political marketing which includes POP, SOP and MOP. Pop is marketing the party with the deepest convictions against political product, they assume that voters will realize the ideas presented as something of value. Sop is political marketing-oriented product sales, marketing process that seek to influence the perception of voters in determining political choice, by way of appeal or persuasion of voters with communication and extensive marketing techniques. While Mop is a dynamic political marketing is not stagnant or tied to a particular ideology which always offers a new breakthrough for the realistic needs of the voting public and the market. This study uses a qualitative research approach that seeks actor reveals a phenomenothrough observation, interview and documentation. The findings for this study indicate that the political strategy of marketing to suit the political situation post-conflict Aceh Party is Oriented Sales (SOP). Level of political marketing is determined by means of communicating the product to appeal to the voting public sympathy, which, setting the Acehnese politics still influenced by the actor whose role as influencers. So the role of ideology and figure to be candidates for the value of fresh voters. While the results of the political relationship marketing and political strategy candidates, resulting in some indicators that influence political objectives of the strategy, including: quality of products offered political, implementation, communication and networks built continuously candidates.

Kata Kunci : Kontestasi, Strategi Politik, Pemasaran Dan Kandidat Calon


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.