Laporkan Masalah

INTERVENSI PEMERINTAH DALAM BIDANG TATA NIAGA IMPOR DAN TARIF IMPOR KEDELAI

MITA ANGGRAENI, Dr. Bevaola Kusumasari, M.Si.

2013 | Skripsi | ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)

Krisis kedelai yang terjadi di tahun 2012 telah membawa kembali wacana swasembada kedelai sebagai salah satu komoditas strategis. Akan tetapi tujuan pencapaian target swasembada terhalang oleh kebijakan impor kedelai yang dianggap tidak sinkron. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji intervensi pemerintah terkait kebijakan impor kedelai yaitu tata niaga impor kedelai dan tarif impor kedelai. Tata niaga impor menggambarkan struktur pasar kedelai sedangkan tarif impor kedelai menganalisis kepentingan kelompok dan efek dari intervensi pemerintah. Hasil analisis menunjukkan tata niaga impor kedelai berbentuk oligopoli disebabkan minimnya intervensi pemerintah. Sedangkan intervensi pemerintah berupa deregulasi yaitu penurunan tarif impor yang semula 5% menjadi 0% lebih merupakan hasil dari pengaruh kepentingan kelompok yang membawa efek negatif bagi petani kedelai sebagai produsen kedelai lokal. Jadi intervensi pemerintah pada tata niaga dan tarif impor kedelai tidak sinkron terhadap upaya swasembada kedelai.

Soybean crisis which was happened in 2012 has bring the issue of self-sufficiency of soybean as one of strategic commodity. But destination of self-suffiency target was restricted by soybean import policy which is not synchronous. The purspose of the research is to describe government intervention about soybean import policies those are channel of marketing of soybean import and tariff of soybean import. Channel of marketing of soybean import describe about soybean market sctructure, while tariff import of soybean try to analize interest groups and impact from government intervention. The research reveals that the channel of marketing of soybean import is oligopoly. It’s caused becauce of minimum government intervention. Futhermore, government intervention as deregulation (decreasing tariff from 5 % to 0%) was result from influence of interest group which bring negative impact for soybean farmer as local producer. So government intervention in channel of marketing of soybean import and import tariff were not synchronize with self-sufficiency.

Kata Kunci : Intervensi pemerintah, Tata niaga impor kedelai, Tarif impor kedelai


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.