ALOKASI CURAHAN TENAGA KERJA KELUARGA USAHA TERNAK SAPI POTONG DI KECAMATAN WONOSARI KABUPATEN GUNUNGKIDUL
Fisca M. Soumokil, Prof.Dr.Ir.Sudi Nurtini
2013 | Tesis | S2 Ilmu PeternakanUsaha sapi potong rakyat sebagian besar masih memanfaatkan tenaga kerja keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui alokasi curahan tenaga kerja keluarga dan faktor-faktor yang mempengaruhi alokasi curahan tenaga kerja keluarga peternak dalam pemeliharaan sapi potong. Materi penelitian adalah peternak sapi potong di kecamatan Wonosari kabupaten Gunungkidul, yang memiliki sapi potong minimal 1 ekor dan lama pemeliharaan minimal 1 tahun dan masih memelihara sampai penelitian ini dilaksanakan. Penentuan desa sampel secara purposive sampling yaitu desa yang memiliki populasi ternak sapi terbanyak. Penentuan responden secara quota sebanyak 15 responden untuk masing-masing desa sampel. Pengambilan sampel responden dilakukan secara convenience sampling. Hasil analisis menunjukkan rata-rata curahan tenaga kerja keluarga pada pemeliharaan sapi potong adalah 2459,43 jam kerja setara pria per tahun (JKSP/tahun). Curahan tenaga kerja keluarga dari yang paling banyak yaitu mencari pakan 1255,96 JKSP/tahun, memberi pakan 684,74JKSP/tahun, membersihkan kandang 159,39 JKSP/tahun, mengolah lahan hijauan makanan ternak 7,3 JKSP/tahun, pengobatan 5,84 JKSP/tahun, dan kegiatan lainnya 4,01 JKSP/tahun.Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi curahan tenaga kerja keluarga digunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan faktor yang memberikan pengaruh positif terhadap curahan tenaga kerja keluarga adalah luas lahan pertanian dan skala usaha. Sedangkan faktor yang memberikan pengaruh negatif terhadap curahan tenaga kerja keluarga adalah umur peternak.
Family cattle farming mostly depend on family member as source of labour. The purpose of this research was to study labour time allocation within Family cattle farm and factors affecting it. Cattle herders in Wonosari district Gunungkidul regency who have been rearing cattle for at least one year were participated in the research. Sample of villages were taken by using purposive sampling based on the highest number of cattle ownership. Fifteen respondents for each village were selected using quota sampling. The respondents within a village were chosen using convenience sampling. Multiple-regression analysis was applied to analyze factors affecting labor time allocation The results showed that average labour allocation in family cattle farm was 2459,43 men labour/year. The largest labour time (1255.96 men labour/year) was allocated to cut grass. From the largest to less, number of hours allocated to different cattle farming activities were as follows: to cut grass (1255.96 men labour/year), to feed the cattle (684.74 men labour/year), to clean the stall (159.39 men labour/year), to manage fodder areal (7.3 men labor/year), to cure disease (5.84 men labour/year) and other farm activity (4.915 men labour/year). The findings revealed that there was positive effect of family labor time allocation on two aspects: land size and farm size. Reversely, negative affect was shown on age of the farm owner.
Kata Kunci : Curahan tenaga kerja keluarga, Sapi potong