Laporkan Masalah

Validasi instrument child behavior cheklist hubungan perilaku antara perilaku bermasalah dengan kemampuan akademik pada siswa sma a dan sma b di kota palangka raya

Yulinar Nuryagus Siringo, dr. Budi Pratiti, Sp.KJ.

2013 | Tesis | S2 Ked.Klinik/MS-PPDS

Latar Belakang: Kesehatan mental merupakan salah satu faktor penting bagi masa depan dan kesejahteraan remaja. Deteksi dini masalah perilaku sangat penting untuk mencegah kemunculan gangguan perilaku yang lebih nyata (perilaku tidak normal). Macgue et al, 2005, remaja yang memiliki masalah perilaku dan emosional beresiko tinggi berkembang menjadi psikopatologi pada saat dewasa. Masalah perilaku pada remaja dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satu faktor yang diduga berpengaruh adalah pengalaman traumatis yaitu tinggal didaerah yang mengalami konflik. Rostami et al, 2009, remaja yang tinggal didaerah perang memiliki resiko 1,7 kali mengalami masalah perilaku. Terjadinya konflik antar etnis di Sampit, 2001, dapat memberikan dampak pada anak-anak dan hal ini bisa menetap sampai ke masa remaja. Tujuan: mengetahui perbedaan perilaku normal dan tidak normal pada anak yang berada didaerah konflik Palangka Raya dan Sampit pada saat remajanya. Metode: Desain penelitian adalah cross sectional studi deskriptif analitik. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI SMAN 2 dan 4 di kota Palangka Raya dan SMAN 1 dan 2 di Kota Sampit yang masa kanaknya tinggal didaerah konflik. Sampel penelitian diambil sebanyak 331 subyek. Sampel diambil selama bulan Mei-Juni 2013. Instrumen Penelitian yang digunakan adalah data pribadi, Youth Self Report (YSR) Modifikasi versi bahasa Indonesia dan Instrumen Penilaian Stresor psikososial. Data Penelitian dianalisis dengan uji Chi-square dan multipel regresi. Hasil: ada perbedaan yang siginifikan perilaku normal dan tidak normal pada anak yang berada didaerah konflik Palangka Raya dan Sampit pada saat remajanya dengan X2 = 20,733 dengan signifikansi p value = 0,000 dan dengan Interval Kepercayaan 95% = 1,790 – 4,397, hasil ini menunjukan bermakna secara statistik. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukan adanya perbedaan perilaku normal dan tidak normal pada remaja yang masa kanaknya tinggal didaerah konflik Sampit dan Palangka Raya, 12 tahun paska konflik etnis di Sampit Tahun 2001 (P<0,001).

Background Mental health is an important factor for adolescent welfare and future. Early detection of behavioral problems plays an important role in preventing evident behavioural problems (abnormal behaviours). Macgue et al (2005) reported that adolescents with behavioural and emotional problems are at risk developing psychopathology in adulthood. Behavioural problems in adolescent are influenced by many factors. Traumatic experience in conflict area is one of the influential factors. Rostami et al (2009) reported that behavioural problems are 1.7 higher in adolescent living in warzone. Therefore, ethnic conflict in Sampit in 2001 might affect children and persist to adolescent. Aims This study aimed to detect the occurrence normal and abnormal behaviour in children who experienced conflict in Palangka Raya and Sampit in their adolescent. Methods This study is an analytic descriptive study with cross sectional design. The study subjects are second year student at 2nd and 4th High School of Palangka Raya, and 1st and 2nd High School of Sampit whose childhood was spent in conflict areas. The subject number is 331 subjects. The data was collected from May-June 2013. The instruments used for data collection was instrument for personal data, modified Youth Self Report (YSR) Indonesian version, and instrument for Psychosocial Stressor Assessment. The data was analyzed using Chi-square test and multiple regressions. Results We found a statistically significant difference in the normal and abnormal behaviour incidence in children who lived in conflict areas in Palangka Raya and Sampit in their adulthood with X2 = 20.733 and p value = 0.000 with 95% confidential interval = 1.790 – 4.397. Conclusion Our study results showed the different normal and abnormal behaviours among adolescent whose childhood were spent in conflict areas (Sampit and Palangka Raya) 12 years after 2001 Sampit ethnic conflict (p < 0.001).

Kata Kunci : masalah perilaku – remaja – dampak panjang bencana


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.